Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LAPSUS: Antrean Pertalite Mengular di Kaltim tapi Pengecer BBM Menjamur, SPBU Harus Diaudit

AM
Mobil mengular antre pertalite di SPBU MT Haryono, Balikpapan. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)
Mobil mengular antre pertalite di SPBU MT Haryono, Balikpapan. (FOTO FUAD MUHAMMAD/KP)

Advertisement

KALTIMPOST.ID-Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kaltim dinilai perlu ditelusuri hingga ke rantai distribusi.

Pemerintah diminta tidak hanya mengatur antrean atau menambah kuota, tetapi memastikan aliran BBM dari titik pasokan hingga ke konsumen berjalan sesuai ketentuan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Purwadi Purwoharsodjo meminta pemerintah memperketat pengawasan, terutama pada tahap penyaluran di tingkat SPBU.

Advertisement

Menurut dia, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat ketersediaan stok secara umum. Pemerintah perlu turun langsung memeriksa proses distribusi di lapangan.

Sorotan tersebut muncul menyusul antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim. Dalam kondisi tertentu, pengendara bahkan disebut harus menunggu hingga berhari-hari untuk mendapatkan BBM.

Advertisement

Purwadi mendorong setiap SPBU yang mengalami persoalan antrean diperiksa dan diaudit untuk memastikan tidak terdapat penyimpangan dalam proses penyaluran.

“Jadi SPBU-nya yang harus diaudit. Makanya sebenarnya masalahnya bukan di situ. Itu kan akal-akalan SPBU dan Pertamina sebenarnya,” ujar Purwadi, Sabtu (5/9).

Selain antrean di SPBU, Purwadi menyoroti kondisi berbeda di tingkat pengecer. Ia menyebut BBM masih dapat ditemukan di sejumlah pengecer ketika masyarakat justru harus menghadapi antrean panjang di SPBU.

Perbedaan kondisi tersebut, menurut dia, menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana BBM bergerak dari titik distribusi hingga sampai kepada konsumen.

Jika pasokan BBM benar-benar terbatas, kata Purwadi, semestinya persoalan ketersediaan juga tercermin pada tingkat pengecer.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kaltim Usulkan Kuota BBM 700 Ribu KL, SPBU 24 Jam Ditambah

Kaltim Usulkan Kuota BBM 700 Ribu KL, SPBU 24 Jam Ditambah

Pemprov Kaltim mengusulkan kuota BBM hingga 700 ribu KL dan mendorong penambahan layanan SPBU 24 jam di Samarinda.

Pertamina Evaluasi Alokasi BBM Kaltim, Perluas Layanan SPBU 24 Jam

Pertamina Evaluasi Alokasi BBM Kaltim, Perluas Layanan SPBU 24 Jam

Pertamina, Pemprov Kaltim, dan Hiswana Migas mengevaluasi alokasi BBM, pengawasan distribusi, serta peningkatan layanan SPBU.

BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Mekanisme Surat Rekomendasi

BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Mekanisme Surat Rekomendasi

BPH Migas perjelas mekanisme surat rekomendasi BBM subsidi di Kaltim. DPR RI tekankan pengawasan bersama agar penyaluran tepat sasaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer