Karhutla di Kasai Masih Berkobar, Bupati Berau Sri Juniarsih Minta Dukungan Water Bombing

ADV • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 19:01 WIB
TURUN LANGSUNG: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Poros Kasai-Tanjung Batu, Sabtu (29/8).
TURUN LANGSUNG: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Poros Kasai-Tanjung Batu, Sabtu (29/8).

KASAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Poros Kasai-Tanjung Batu, Berau, masih menyisakan sejumlah titik api. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meninjau langsung penanganan kebakaran tersebut pada Sabtu (29/8).

Saat peninjauan, asap masih mengepul dari sejumlah titik bekas kebakaran. Beberapa lokasi bahkan masih ditemukan api yang menyala dan berpindah-pindah.

Tim gabungan terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas. Namun, keterbatasan air menjadi kendala utama di lapangan. Jarak titik kebakaran dengan sumber air yang cukup jauh membuat proses pengisian ulang membutuhkan waktu.

Baca Juga: Berau Buka Peluang Investasi di Apkasi Otonomi Expo 2026

Akibatnya, petugas harus menunggu pasokan air sebelum kembali melakukan pemadaman. Di sisi lain, api berpotensi kembali membesar selama proses tersebut.

Sri Juniarsih mengatakan kondisi di lokasi cukup parah dan membutuhkan dukungan peralatan serta sumber air yang memadai. Pemkab Berau terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan water bombing.

SIAPKAN SUMUR AIR: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas juga ikut mencari lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor di sekitar kawasan terdampak karhutla.
SIAPKAN SUMUR AIR: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas juga ikut mencari lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor di sekitar kawasan terdampak karhutla.

“Kalau kita masuk ke dalam hutan tidak terjangkau dengan unit-unit yang terbatas. Tapi kalau ada water bombing, semua kawasan bisa disiram dari atas,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan water bombing diperlukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam. Sementara itu, penanganan tetap dilakukan dengan mengoptimalkan personel dan unit yang tersedia.

“Bagaimanapun banyaknya anggota, kalau tidak ada unit dan air, akan sangat susah juga. Kasihan tim, ketika air terbatas mereka hanya menunggu air datang,” katanya.

Selain mengupayakan bantuan water bombing, Pemkab Berau juga mencari lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor di sekitar kawasan terdampak.

Penyediaan sumber air lebih dekat dengan titik kebakaran dinilai dapat mempercepat pengisian ulang sekaligus meningkatkan efektivitas pemadaman.

“Kita sudah perintahkan untuk mencari titik sumur bor. Kalau sudah ada titiknya, langsung kita bangun,” pungkasnya. (adv/kpg/rdh)

 

Editor : Muhammad Ridhuan
karhutla berau Water Bombing Sri Juniarsih Mas