Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISPA Melonjak, Wabup Berau Gamalis Pastikan Obat dan Oksigen Aman

A
Penulis: ADV❯
PENINJUAN: Wabup Berau Gamalis berbincang dengan pasien saat meninjau Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9).
PENINJUAN: Wabup Berau Gamalis berbincang dengan pasien saat meninjau Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9).

Advertisement

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan menyusul meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, berdasarkan pemantauan di sejumlah fasilitas kesehatan, posisi ISPA kini melonjak menjadi penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah hipertensi. Padahal sebelumnya ISPA berada di luar lima besar.

“ISPA ini yang tadinya berada di 10 besar, rangking ke-9 atau ke-8, hari ini sudah menjadi rangking ke-2 setelah hipertensi. Perkembangannya sudah tiga kali lipat,” ungkap Gamalis saat meninjau Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (3/9).

Menurutnya, peningkatan kasus telah terlihat sejak beberapa bulan terakhir hingga awal September. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap karhutla berpotensi memperburuk kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan, terutama kelompok rentan.

“Dengan kondisi kebakaran, takutlah. Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu efek dari kebakaran tersebut. Efeknya tentu beragam, salah satunya penyakit ISPA,” ujarnya.

Advertisement

Gamalis juga menyoroti kualitas udara di dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan pengukuran Dinas Kesehatan, kadar partikulat PM2.5 di dalam ruangan disebut berada di atas rata-rata.

“PM2.5 itu adalah partikel yang masuk ke dalam hidung, yang tidak bisa disaring oleh bulu hidung. Dia langsung ke paru-paru. Dan ini di dalam ruangan,” jelasnya.

Kasus ISPA saat ini banyak ditemukan pada anak-anak dan ibu hamil. Masyarakat pun diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Jika terpaksa keluar, penggunaan masker dianjurkan.

“Kami imbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Kalau pun harus keluar, agar kiranya dapat menggunakan masker,” pesannya.

Selain pencegahan, Pemkab Berau memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi kemungkinan peningkatan pasien. Dokter Umum Puskesmas Tanjung Redeb dr. Nina Damayanti Madjid mengatakan stok obat dan alat kesehatan masih mencukupi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

ISPA Berau Tembus 5.100 Kasus di Tengah Kabut Asap

ISPA Berau Tembus 5.100 Kasus di Tengah Kabut Asap

Kasus ISPA di Berau mencapai sekitar 5.100 pada Agustus-September 2026 di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Kualitas Udara Biduk-Biduk Memburuk Akibat Karhutla, Ribuan Warga Berau Terserang ISPA

Kualitas Udara Biduk-Biduk Memburuk Akibat Karhutla, Ribuan Warga Berau Terserang ISPA

PM2.5 di Biduk-Biduk mencapai 141 µg/m³ dan PM10 266 µg/m³. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Penghargaan untuk Petugas dan Relawan Karhutla Berau di Hari Jadi Kabupaten

Penghargaan untuk Petugas dan Relawan Karhutla Berau di Hari Jadi Kabupaten

Pemkab Berau memberi penghargaan kepada petugas dan relawan yang berjibaku menangani karhutla di tengah kondisi kemarau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer