Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISPA Berau Tembus 5.100 Kasus di Tengah Kabut Asap

R
Penulis: Redaksi KP❯
MENINGKAT: Dinkes Berau mencatat sekitar 5.100 kasus ISPA sepanjang Agustus-September 2026. (IZZA/BP)
MENINGKAT: Dinkes Berau mencatat sekitar 5.100 kasus ISPA sepanjang Agustus-September 2026. (IZZA/BP)

Advertisement

TANJUNG REDEB – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Berau meningkat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mencatat sekitar 5.100 kasus pada Agustus hingga September 2026.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Berau Rahmawati mengatakan, angka tersebut menjadi yang tertinggi berdasarkan laporan seluruh puskesmas sepanjang 2026.

“Untuk bulan Agustus-September ini telah terjadi peningkatan kasus yang tertinggi di antara semua bulan selama 2026, yaitu sekitar 5.100-an kasus,” katanya, Jumat (18/9).

Advertisement

Dalam kondisi normal, kasus ISPA di Berau berada pada kisaran 2.000 hingga 3.000 kasus per bulan. Data tersebut juga belum memperhitungkan warga yang memilih melakukan pengobatan secara mandiri di rumah.

“Belum kita data, kemungkinan 20 persen masyarakat kita mungkin melakukan pengobatan sendiri di rumah. Itu yang perlu kita waspadai,” ujarnya.

Advertisement

Meningkatnya kasus ISPA menjadi perhatian seiring kondisi udara di sejumlah wilayah Berau yang memburuk akibat kabut asap. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Wakil Bupati Berau Gamalis meminta masyarakat kembali menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Pemkab juga mendorong penerapan belajar dari rumah (BDR) sebagai salah satu langkah mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan. Namun, Gamalis mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak membuat anak-anak justru bebas beraktivitas di luar rumah.

“Jangan sampai ketika kita BDR, anak-anak malah bebas keluar keluyuran dari rumah. Itu pun sebaiknya jangan,” katanya.

Selain kasus kesehatan, kondisi partikulat di udara juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan pemantauan yang disampaikan pemerintah daerah, konsentrasi PM2.5 yang sebelumnya berada pada standar 25 dilaporkan mencapai sekitar 385. Sementara PM10 mencapai sekitar 1.400.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kualitas Udara Biduk-Biduk Memburuk Akibat Karhutla, Ribuan Warga Berau Terserang ISPA

Kualitas Udara Biduk-Biduk Memburuk Akibat Karhutla, Ribuan Warga Berau Terserang ISPA

PM2.5 di Biduk-Biduk mencapai 141 µg/m³ dan PM10 266 µg/m³. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Penghargaan untuk Petugas dan Relawan Karhutla Berau di Hari Jadi Kabupaten

Penghargaan untuk Petugas dan Relawan Karhutla Berau di Hari Jadi Kabupaten

Pemkab Berau memberi penghargaan kepada petugas dan relawan yang berjibaku menangani karhutla di tengah kondisi kemarau.

ISPA Melonjak, Wabup Berau Gamalis Pastikan Obat dan Oksigen Aman

ISPA Melonjak, Wabup Berau Gamalis Pastikan Obat dan Oksigen Aman

Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan menyusul meningkatnya kasus ISPA

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer