KALTIMPOST.ID-Kalangan legislatif meminta pembangunan puluhan unit rumah relokasi bagi warga terdampak bencana di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan tuntas tepat waktu.
Ketua Komisi I DPRD Berau Elita Herlina menegaskan, kualitas fisik bangunan hunian baru tersebut harus menjadi perhatian utama pihak pelaksana.
Warga yang telah kehilangan tempat tinggal akibat musibah berhak memperoleh rumah pengganti yang kokoh serta aman untuk ditempati dalam jangka panjang.
“Kami meminta agar kualitas rumah relokasi ini benar-benar diperhatikan. Rumah ini diperuntukkan bagi warga yang sudah terdampak musibah. Mereka berhak mendapatkan hunian yang layak dan aman,” ujar Elita.
Baca Juga: FAJI Kaltim Kirim Lima Tim ke Kejurnas Arung Jeram 2026 di Bali, Bidik Tiket Kejuaraan Dunia
Selain mutu konstruksi, Elita juga menyoroti disiplin jadwal pengerjaan di lapangan. Menurutnya, pemenuhan batas waktu sangat krusial agar masyarakat tidak terkatung-katung menunggu kepastian hunian tetap.
“Target waktu harus dikawal ketat. Jangan sampai ada keterlambatan yang membuat warga harus menunggu lebih lama lagi,” tegas Elita.
Ia menilai, kehadiran perumahan itu merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi warga Long Ayap. Karena itu, sinergi pengawasan dari berbagai elemen sangat dibutuhkan agar proyek tidak menyimpang dari perencanaan teknis.
“Pengawasan bersama sangat penting agar hasil akhirnya maksimal dan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” tambah politikus perempuan tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Pemkab Berau melalui instansi teknis terus memacu percepatan pengerjaan di lokasi relokasi. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau Mulyadi mengungkapkan, progres pembangunan fisik saat ini telah menyentuh angka 45 persen. “Pembangunan relokasi itu sudah berjalan di Long Ayap Segah, sekitar 45 persen,” katanya.
Mulyadi merincikan, total hunian yang disiapkan mencapai 37 unit rumah. Masing-masing unit dialokasikan anggaran sekitar Rp 150 juta, sehingga total pembiayaan keseluruhan menyerap dana daerah kurang lebih Rp 5 miliar.
Baca Juga: Harga Ikan Lebih Murah Rp 15 Ribu per Kilogram, Pedagang Pasar Induk Nenang Penajam Protes
Pihaknya terus mengawasi pihak kontraktor agar ritme pekerjaan tetap terjaga sesuai kalender kerja. Disperkim Berau menargetkan seluruh rangkaian pembangunan dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun.
“Desember kita target tuntas,” pungkas Mulyadi seraya memastikan sarana hunian baru ini dirancang memberi rasa nyaman serta memulihkan martabat warga terdampak.
Pemkab Berau memastikan pemenuhan kebutuhan dasar papan warga Long Ayap segera tuntas agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih stabil dan aman. (sen/kpg/rd)
Editor : Romdani.