KALTIMPOST.ID-Antrean kendaraan kembali mengular di sejumlah SPBU di Berau. Pemkab bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) menyiapkan sejumlah opsi pengaturan, termasuk sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan.
Wakil Bupati Berau Gamalis meninjau antrean di SPBU Sambaliung, Rabu (23/9). Peninjauan dilakukan untuk mengetahui penyebab antrean masih terjadi meski pasokan BBM disebut tersedia.
“Kami datang ke sini ingin melihat kembali adanya antrean yang relatif cukup panjang di SPBU Sambaliung sejak pagi,” katanya kepada Berau Post (KPG).
Pemkab juga menyiapkan tim pengawas dari Diskoperindag Berau untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan. Menurut Gamalis, persoalan perlu dilihat mulai distribusi hingga pengelolaan pelayanan di SPBU.
Baca Juga: Razia Rutan Tanjung Redeb Berau Temukan Senjata Tajam dan Barang Rakitan di Kamar Warga Binaan
Saat ini, pengisian pertalite untuk kendaraan roda empat dibatasi maksimal 40 liter. Sebelumnya, pembatasan sempat diterapkan hingga 25 liter, tetapi kembali menjadi 40 liter mengikuti ketentuan Pemprov Kaltim.
“Kemudian kita mencoba untuk menerapkan ganjil-genap. Atau ada yang lain-lain lagi nanti berkembang di rapat FKPD,” ujarnya.
Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto mengatakan, distribusi bahan bakar minyak (BBM) secara umum telah berjalan. Namun, antrean kembali meningkat setelah batas maksimal pengisian menjadi 40 liter.
“Karena begitu dinaikkan jadi maksimal 40 liter, ini yang melonjak antreannya. Nanti kita tunggu kebijakan apa yang lahir setelah rapat,” katanya.
Sementara itu, SBM Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga Hermawan Bagus memastikan stok BBM Berau mencukupi. Stok pertalite sekitar 2.700 kiloliter, sedangkan solar mencapai sekitar 3.700 kiloliter dengan ketahanan lima hingga tujuh hari.
Penyaluran pertalite ke seluruh Berau dalam beberapa hari terakhir berkisar 180–200 kiloliter per hari. Pasokan kini tidak hanya dikirim dari Balikpapan, tetapi juga Tarakan.
Baca Juga: PGRI Kaltim Buka Suara soal Penataan Guru, Sebut Belum Dilibatkan dalam Mekanisme
Di SPBU Sambaliung, persoalan lain muncul dari keterbatasan armada distribusi. Pengawas SPBU Mitra Abadi Sumaryoto mengatakan hanya dua mobil tangki yang melayani sejumlah SPBU sehingga kedatangan pasokan terkadang terlambat.
Antrean bahkan telah terbentuk sebelum SPBU beroperasi pukul 08.00 Wita. Sejumlah kendaraan disebut mulai mengantre sejak sekitar pukul 04.00 Wita. (aja/kpg/rd)
Editor : Romdani.