Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rapat Pleno Ke-15 EKGMC, Beri Dukungan Pengembangan Gas Bumi Kaltim

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 28 Juni 2024 | 18:02 WIB
BAHAS ENERGI: Suasana pelaksanaan Rapat Pleno ke-15 EKGMC. (Foto: Ist)
BAHAS ENERGI: Suasana pelaksanaan Rapat Pleno ke-15 EKGMC. (Foto: Ist)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dalam mendukung pemerintah Indonesia mengembangkan potensi sumber daya gas bumi di Bumi Etam untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang tergabung dalam East Kalimantan System menyelenggarakan Rapat Pleno ke-15 East Kalimantan Gas Management Committee (EKGMC).

Rapat ini berfokus pada optimalisasi pengelolaan pasokan gas bumi di Kalimantan Timur serta memastikan operasional yang optimal di fasilitas produksi East Kalimantan System, khususnya kilang LNG Bontang.

Seluruh pihak dalam EKGMC berkomitmen menyelesaikan masalah-masalah terkait manajemen pasokan gas bumi, baik dari segi cadangan dan deliverability, manajemen pemipaan gas, pengaturan alokasi pasokan gas, manajemen penjualan dan pengapalan LNG dan LPG, serta optimalisasi pemrosesan gas di kilang LNG Bontang.

"Salah satu target utama adalah mendukung capaian produksi gas bumi sebesar 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) pada tahun 2030, dengan rencana masuknya gas bumi dari lapangan-lapangan baru di Kalimantan Timur seperti Geng North, Gehem, Gendalo, Gandang, Maha, dan SIS-A," ungkap Wakil Kepala SKK Migas sekaligus Ketua EKGMC, Shinta Damayanti.

Lebih lanjut, Shinta menjelaskan bahwa Kalimantan Timur telah menjadi tulang punggung produksi gas bumi nasional selama lebih dari satu dekade, dengan kontribusi sekitar 20 persen dari total produksi gas bumi Indonesia dalam lima tahun terakhir. Produksi gas bumi dari wilayah ini juga mendukung berbagai kebutuhan energi nasional, termasuk industri pupuk, pengolahan minyak, pembangkit listrik, dan industri kimia.

Pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi dan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru yang bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui berbagai upaya terobosan.

"Kami juga terus mendorong peningkatan produksi di Kalimantan Timur serta kontribusi yang lebih signifikan melalui optimasi produksi dan peningkatan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru," kata Shinta.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa rapat pleno EKGMC ke-15 ini berfokus pada beberapa isu strategis utama, seperti reaktivasi dan optimalisasi pengoperasian fasilitas produksi kilang LNG Bontang, isu aset kilang LNG Bontang dan pemipaan East Kalimantan System, serta penyusunan Pedoman Pelaksana Bontang Processing Agreement (BPA).

Rapat ini juga menandatangani Key Terms dari A/R Eastkal Principle Reform dan amandemen kedua dari perjanjian A/R Eastkal Principle Reform yang diharapkan selesai pada September 2024. Pemaparan dan diskusi di tingkat subkomite diharapkan dapat dilaksanakan dengan efektif, mengingat diskusi teknis telah dilakukan sebelumnya dan telah ada kesepakatan yang dicapai.

"Di tengah berbagai persoalan, keberadaan EKGMC diuji untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan bijaksana. Kami berharap rapat pleno ini menghasilkan kesepakatan yang bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat," tandasnya.

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#energi