Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hingga Mei 2024, Penyaluran KUR Capai Rp 116,94 Triliun

Hernawati • Jumat, 19 Juli 2024 | 12:30 WIB
Meski beberapa bank berencana untuk membatasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), upaya percepatan tetap dilakukan.
Meski beberapa bank berencana untuk membatasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), upaya percepatan tetap dilakukan.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Meski beberapa bank berencana untuk membatasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), upaya percepatan tetap dilakukan. Bahkan, ada bank yang berencana menghentikannya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara rutin mengevaluasi kompetensi dan kondisi lembaga penyalur.

"Kami bersama pemerintah terus melakukan evaluasi berkala terhadap kompetensi dan kondisi bank penyalur. Penyesuaian alokasi atau penghentian penyaluran KUR bisa saja terjadi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, di Jakarta kemarin (18/7).

Dian menambahkan, implementasi KUR tidak hanya fokus pada peningkatan penyaluran, tetapi juga efektivitas dalam mendukung keberlanjutan UMKM dalam jangka panjang.

Hingga 31 Mei 2024, realisasi penyaluran KUR oleh 41 bank penyalur telah mencapai Rp 116,94 triliun, meningkat 45,72 persen year-on-year (YoY), dengan 1,99 juta debitur.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyalurkan KUR Rp 76,4 triliun kepada 1,5 juta debitur hingga Mei 2024. Jumlah ini setara dengan 46,33 persen dari total kuota penyaluran tahun ini sebesar Rp 165 triliun. Rasio kredit macet atau nonperforming loan (NPL) tetap terjaga di kisaran 2 persen.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menjelaskan perseroan memiliki strategi untuk menjaga NPL tetap rendah, termasuk penyaluran kredit dengan pertumbuhan selektif, meningkatkan tingkat pemulihan, dan pemantauan ketat terhadap pinjaman.

Supari juga berharap kebijakan pemerintah dapat memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Sebab, kedua faktor tersebut menjadi pendorong utama pertumbuhan UMKM yang merupakan kontributor utama dan tulang punggung perekonomian Indonesia di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Penyaluran KUR tahun ini, menurut Supari, didorong dengan perluasan jangkauan penerima baru, dengan target menyalurkan KUR kepada lebih dari 3,7 juta nasabah dari total pipeline sebanyak 7 juta. Selain itu, BRI mempersiapkan sekitar 2 juta nasabah existing untuk naik kelas.

Sementara itu, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR Rp 19,33 triliun kepada 122.907 debitur, mencapai 51,6 persen dari kuota tahun 2024.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman, menyatakan bahwa 59,93 persen atau Rp 11,8 triliun KUR disalurkan ke sektor produksi, sementara sisanya ke sektor nonproduksi.

Untuk mencapai target penyaluran KUR tahun ini, Bank Mandiri menerapkan strategi akuisisi berbasis ekosistem dengan pola closed loop dan mengoptimalkan kolaborasi dalam menggarap rantai nilai nasabah wholesale.

"Sampai Juni 2024, rasio NPL KUR Bank Mandiri terjaga dengan baik. Kami juga terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para debitur KUR agar mereka dapat mengelola usahanya dengan baik dan profesional," ujar Ali. (han/c14/dio)

 

Editor : Hernawati
#ojk #kur