Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Viralnya Penumpang yang Protes Tarif Tiket Feri Penajam-Balikpapan, ASDP Pastikan Sesuai Prosedur, Ini Ketentuannya...

Muhammad Ridhuan • Senin, 12 Agustus 2024 | 06:25 WIB
Kapal feri dari Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan, menunggu giliran sandar di Pelabuhan Feri Penajam, Kamis (11/4).
Kapal feri dari Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan, menunggu giliran sandar di Pelabuhan Feri Penajam, Kamis (11/4).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Terkait viralnya video di Instagram yang mengeluhkan tarif tiket Feri Penajam-Kariangau, Balikpapan langsung direspons PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Balikpapan. 

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Balikpapan Christoper Samosir menjelaskan, ketika kendaraan memasuki kendaraan di gerbang pelabuhan, maka seorang petugas akan melakukan identifikasi. Mengklasifikasikan jenis kendaraan untuk masuk ke golongan tarif berapa.

“Jadi kendaraan yang digunakan penumpang (yang protes di Instagram) tersebut jenisnya minibus. Dengan panjang 5,3 meter. Itu sesuai dengan ketentuan pengelompokan atau golongan tarif, masuk ke golongan kendaraan V huruf (a) untuk penumpang,” ungkap Christoper, Minggu (11/8).

Dirinya pun mengirimkan bukti foto jenis mobil yang dibawa oleh penumpang di dalam video tersebut. Yakni Foton View XLC. MPV berkapasitas 12 penumpang yang mengusung mesin 2.800 cc turbo diesel dengan struktur body monocoque dan memiliki dimensi 5.385×1.690×2.050 mm.

Maka berdasarkan Keputusan Gubernur Kaltim Nomor: 100.3.1/K.244/2023 terkait tarif angkutan penyeberangan lintas Penajam – Kariangau, nominal Rp 609.215 yang disebut dalam video tersebut kata Christoper sudah sesuai. Tarif itu sudah berlaku sejak 1 Juli 2023 di mana mengalami kenaikan 12,11 persen dari tarif sebelumnya.

“Kepada penumpang kami sediakan layanan Call Center ASDP (021) 191. Yang bisa dihubungi jika menemukan adanya persoalan atau untuk mendapat informasi terkait pelayanan ASDP. Sebenarnya, penumpang yang di video tersebut juga mendapatkan respons cepat dari layanan call center tersebut. Kami harap keluhan-keluhan seperti ini bisa tersentralisasi. Dan kami pun tidak tertutup jika memerlukan pembenahan,” jelasnya.

Dengan munculnya video keluhan tersebut, Christofer melanjutkan pihaknya telah melakukan klarifikasi. Dan telah direspons di kantor pusat ASDP dan kehumasan ASDP Balikpapan. Di mana telah mendapat respons balik dari pemilik akun. Sudah pula diklarifikasi di dalam komentar akun tersebut setelah mendapat penjelasan dari ASDP dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim.

“Di dalam video tersebut juga disebutkan adanya keluhan soal pembayaran cashless (non-tunai). Bisa kami jelaskan jika kami memiliki sejumlah skema. Bisa internet atau mobile banking, dompet digital, dan prepaid seperti kartu e-Toll. Kami mengusahakan sebisa mungkin tidak ada uang tunai sebagai bentuk transaksi,” ujarnya.

Namun di lapangan diakui Christoper ada sejumlah kasus petugas harus melayani pembayaran tunai. Bisa karena calon penumpang yang memang tidak memiliki perangkat pembayaran non-tunai hingga ketika menghadapi kepadatan kendaraan yang memasuki pelabuhan.

“Kami tentu menyediakan loket untuk pengisian saldo. Namun saat peak season kerap terjadi penumpukan kendaraan. Sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalan masuk menuju pelabuhan. Pembayaran tunai bisa saja dilakukan jika dianggap bisa menekan gangguan tersebut. Namun tetap berusaha agar ini (pembayaran tunai) tidak dilakukan,” tegasnya.

Untuk diketahui, dua hari setelah mengunggah videonya, pemilik akun @dwindapratiwi lantas menuliskan di kolom komentar sudah diberikan penjelasan dari ASDP Balikpapan dan BPTD Kaltim.

“Alhamdulillah sudah dapat pencerahan dari tim @asdp.balikpapan sebagai pengelola Pelabuhan Feri Penajam dan sudah ditanggapi juga oleh @bptdkaltim sebagai pengelola Pelabuhan Feri Kariangau. Memang ini kelalaian dari petugas lapangan yang salah menggolongkan mobil kami sejak awal,” katanya.

“Tapi dengan adanya video ini jadi banyak sekali yang DM kami dan punya pengalaman yang sama. Kami tahu ini hanya oknum. Oleh karena itu, kami sebagai pengguna jasa harus speak up agar pihak pengelola bisa melakukan pengawasan lebih kepada tim di lapangan. Terima kasih banyak yang sudah share video, comment, dan DM. Alhamdulillah pengelola menerima saran ini dengan baik dan ke depannya jangan sampai ada korban berikutnya,” sambungnya. (rom)

Editor : Romdani.
#Feri Penajam Balikpapan #prosedur #ASDP Balikpapan #Tarif Feri #Pelabuhan Feri Kariangau Penajam #BPTD Kaltim Kaltara #protes #tiket feri