Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Traffic Terancam Turun, Feri Balikpapan-Penajam Diklaim Tetap Diminati, Ini Faktornya…

Muhammad Ridhuan • Selasa, 13 Agustus 2024 | 09:10 WIB
Kapal feri yang melayani penyeberangan Balikpapan-Penajam
Kapal feri yang melayani penyeberangan Balikpapan-Penajam

BALIKPAPAN-Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak domino. Salah satunya keberadaan feri yang terancam. Di mana semakin memadainya infrastruktur, membuat akses dari Balikpapan ke Penajam kini lebih mudah. Dengan begitu, traffic kapal penyeberangan itupun bakal terancam menurun. Lambat laut bisa ditinggal.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim Muiz Thohir memastikan potensi penurunan jumlah penumpang penyeberangan di Pelabuhan Feri Kariangau di lintas pendek, Balikpapan-Penajam bila Jembatan Pulau Balang beroperasi penuh. Mengingat, saat pemerintah memutuskan perbaikan dan pelebaran Jalan Nasional Sepaku-Semoi, sudah dirasakan penurunan jumlah penumpang.

“Saat Jalan Sepaku-Semoi menuju IKN sudah baik. Saat itu sudah terjadi penurunan produksi penumpang hingga 27 persen. Itu tergambar saat puncak arus mudik Lebaran Idulfitri lalu. Asumsi kami dengan beroperasinya Jembatan Pulau Balang tentu kembali turun,” ungkap Muiz.

Menurutnya, pemanfaatan penyeberangan feri lintas pendek Kariangau-Penajam tetap akan memiliki pasar tersendiri. Akan digunakan oleh masyarakat yang memerlukan istirahat dalam perjalanannya. “Faktor-faktor ini yang menjadi pertimbangan, Pelabuhan Feri Kariangau – Penajam masih akan diminati,” ujarnya.

Diketahui, jika Jembatan Pulau Balang bisa dilalui, maka akan memperpendek jarak dan waktu pengendara dari Balikpapan-Penajam atau sebaliknya. Bahkan jika melewati Tol IKN yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni menerangkan, jika tol yang menyambungkan Balikpapan-IKN sudah beroperasi penuh, maka untuk menempuh perjalanan dari Balikpapan sampai ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, hanya 45-50 menit saja.

“Untuk akses melalui Jembatan Pulau Balang yang sudah diuji coba Pak Presiden Jokowi saat ini belum bisa dilalui karena masih ada perbaikan tahap akhir. Namun jembatan tersebut beserta Tol IKN akan digunakan saat Upacara HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus,” ucap Juli, Jumat (9/8).

Sebelumnya, General Manager (GM) PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Balikpapan Christoper Samosir menjelaskan, ada potensi penurunan jumlah penumpang yang menyeberang di pelabuhan feri sisi Penajam, jika Jembatan Pulau Balang resmi difungsikan sebagai akses pendekat menuju IKN.

“Tentu jika Jembatan Pulau Balang telah beroperasi akan memberikan dampak kepada arus lalu lintas penyeberangan. Sebagai tinjauan kami di lapangan, proyeksinya bisa terjadi penurunan hingga 40 persen. Itu yang harus kami hadapi,” ucap Christoper, Minggu (11/8).

Sebagai operator pelabuhan dan kapal, PT ASDP sudah melakukan sejumlah rencana ke depan untuk menghadapi dampak tersebut. Salah satunya dengan merelokasi kapal ke rute penyeberangan lain.

“Saat ini sudah ada satu operator kapal swasta yang memindahkan kapalnya ke Baubau, Sulawesi Tenggara. Sementara kami sebagai operator pelabuhan, ASDP pasti akan membuka peluang lintasan baru. Keluar Kalimantan,” bebernya. (rom)

Editor : Romdani.
#ibu kota nusantara #Feri Penajam Balikpapan #IKN #ASDP Balikpapan #Tarif Feri #Pelabuhan Feri Kariangau Penajam #BPTD Kaltim Kaltara #tiket feri