KALTIMPOST.ID, Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengambil langkah proaktif dalam menghadapi lonjakan permintaan uang tunai di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan meluncurkan layanan kas keliling.
Inisiatif ini merupakan respons terhadap peningkatan aktivitas pembangunan dan kegiatan ekonomi di IKN serta daerah penyangga seperti Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU).
Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap uang tunai yang layak edar dan mendukung stabilitas ekonomi lokal.
Dalam pertemuan bincang santai bersama awak media, Rabu (14/8) sore, Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengemukakan, dampak dari perkembangan IKN terasa dalam berbagai aspek, terutama dalam hal kebutuhan uang tunai.
Fokus utama dari penukaran uang ini adalah uang pecahan kecil, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Layanan kas keliling ini beroperasional dan dijadwalkan setiap hari hingga akhir Agustus 2024. Robi berujar, pihaknya berusaha memastikan ketersediaan uang tunai yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di IKN dan sekitarnya.
“Kami ingin memastikan bahwa semua uang baru, atau uang hasil cetak sempurna itu akan di edarkan di IKN dan menarik uang yang tidak layak edar hingga akhir Agustus nanti. Proyeksi kami, ini akan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-79, BI Balikpapan juga memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga uang rupiah dalam kondisi layak edar.
Melalui kegiatan kas keliling ini, BI tidak hanya melakukan penukaran uang, tetapi juga memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Robi berharap, masyarakat dapat lebih memahami cara merawat uang dan melindungi diri dari pemalsuan uang.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa selain melayani masyarakat umum, layanan kas keliling ini juga dapat diakses oleh perbankan di sekitar IKN.
Hal ini merupakan bagian dari upaya BI untuk mendukung kebijakan clean money policy, di mana uang yang tidak layak edar dapat segera ditarik dan diganti dengan uang yang sesuai standar.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata dan optimal.
Ke depan, BI Balikpapan akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh mitra kerja dan pemangku kebijakan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan uang tunai di kabupaten/kota penyangga IKN dilakukan dengan efektif dan efisien.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan bisa pula mendukung aktivitas ekonomi yang semakin berkembang, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan ibu kota baru.
"Dengan adanya layanan kas keliling ini, diharapkan masyarakat sekitar IKN dan Pasar Sepaku dapat memanfaatkan layanan ini secara maksimal. Selain mendapatkan uang tunai yang layak edar, masyarakat juga akan mendapatkan pengetahuan tambahan tentang pengelolaan uang dan cara melindungi diri dari penipuan uang palsu," pungkasnya. Layanan ini berlangsung setiap hari mulai 14 Agustus 2024, dari pukul 10.00 hingga 12.00 Wita. (*)
Editor : Dwi Puspitarini