KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Selama periode 15 hingga 18 Agustus 2024, Pasar Inpres di Balikpapan mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan.
Data dari Kepala UPTD Pasar Wilayah I Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Normaniah menunjukkan, bahwa jumlah pengunjung meningkat hingga 20 persen. Atau lebih dari empat kali lipat, dibandingkan hari-hari biasa.
Kenaikan tersebut tidak terlepas dari berbagai faktor, salah satunya adalah momen perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.
Sebelum upacara perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut, sejumlah tamu penting dari berbagai daerah, termasuk Istri Presiden RI Iriana Jokowi, turut berkunjung ke Pasar Inpres.
Bahkan Iriana tidak hanya berbelanja, tetapi juga membagikan oleh-oleh yang dibelinya, sehingga turut memeriahkan suasana kala kehadirannya di pasar wilayah Balikpapan Barat itu.
Normaniah menuturkan Pasar Inpres, yang dikenal sebagai pusat kerajinan dan oleh-oleh khas Balikpapan merupakan salah satu destinasi belanja utama bagi wisatawan dan penduduk lokal.
Dalam rentang waktu yang disebutkan, pasar ini mengalami lonjakan pengunjung yang sangat luar biasa.
"Ini menunjukkan bahwa Pasar Inpres tetap menjadi daya tarik utama bagi pengunjung, tidak hanya dari Balikpapan tetapi juga dari luar daerah," tuturnya, Rabu (21/8).
Lonjakan ini tidak hanya terjadi selama hari-hari biasa, tetapi juga sangat mencolok pada akhir pekan.
Momen 17 Agustus memang memberikan dampak yang besar, tetapi pengunjung yang datang ke Balikpapan dikatakan pastinya juga meluangkan waktu untuk berbelanja di pasar ini.
"Memang setahun belakangan pengunjung melonjak, namun di tahun ini lah yang benar-benar terasa kenaikannya. Bukan cuma saat ada acara besar, tamu baik dari instansi maupun dari luar itu juga cukup banyak di Sabtu dan Minggu," sebutnya.
Meski mengalami lonjakan pengunjung, Normaniah juga mengingatkan kepada para pedagang di Pasar Inpres untuk tidak menaikkan harga barang secara berlebihan.
Ini berkaca dari keluhan beberapa pengunjung, hingga kejadian yang sempat di dengarnya sendiri.
Normaniah bercerita, dalam suatu waktu ada seseorang yang telah datang berkunjung ke Pasar Inpres, kemudian menelepon koleganya agar datang pula, akan tetapi si penerima telepon menolak. Dengan mengatakan bahwa harga barang di Pasar Inpres sangat mahal.
"Kami meminta kepada semua pedagang agar tetap menjaga harga barang dalam batas wajar. Jika harga terlalu tinggi, ini bisa berdampak negatif pada jumlah kunjungan dan minat orang berbelanja," ujarnya.(*)