Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Target Retribusi Pasar di Balikpapan Baru Rp 3 Miliar dari Target 6,1 Miliar

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 22 Agustus 2024 | 20:49 WIB

 

 
POTENSI: Pasar Inpres perlu dipoles untuk menambah pendapatan bagi daerah. (Foto: Ulil/KP
POTENSI: Pasar Inpres perlu dipoles untuk menambah pendapatan bagi daerah. (Foto: Ulil/KP
 
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Target pendapatan asli daetah (PAD) dari retribusi pasar yang ditetapkan sebesar Rp 6,1 miliar, hingga kini baru tercapai sekitar Rp 3 miliar dari 12 pasar yang dikelola oleh Dinas Perdagangan Balikpapan.
 
Menyikapi situasi ini, Dinas Perdagangan Balikpapan mengarahkan fokusnya pada perbaikan pasar tradisional untuk meningkatkan capaian PAD di sisa tahun ini.
 
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar menjelaskan bahwa pendapatan yang terkumpul saat ini sebagian besar berasal dari dua pasar utama, yaitu Pasar Klandasan dan Pasar Pandansari.
 
"Pasar Klandasan dan Pasar Pandansari adalah dua pasar yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PAD. Namun, jumlah pastinya belum dapat kami beberkan secara rinci," ujar Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar, Kamis (22/8).
 
Mengingat sisa waktu yang semakin terbatas menjelang akhir tahun, ia belum meyakini mengenai kemampuan mencapai target PAD yang ditetapkan.
 
Baca Juga: Investor Ragu, Kadin: Perlu Kepastian Hukum agar Iklim Usaha Kondusif
 
"Kami belum bisa memastikan apakah target PAD sebesar Rp 6,1 miliar akan dapat tercapai. Situasi ini tentu mempengaruhi perencanaan kami untuk sisa tahun ini," tambahnya.
 
Dalam upaya meningkatkan pendapatan dari sektor pasar, Dinas Perdagangan Balikpapan tengah melakukan berbagai renovasi dan perbaikan di pasar-pasar yang dikelola. Perbaikan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan pedagang.
 
Ia mengatakan, renovasi pasar bukan hanya tentang memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga tentang menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menarik bagi para pengunjung juga. Sehingga, upaya ini diharapkan akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan retribusi.
 
Lebih lanjut, Haemusri menuturkan, proyek perbaikan dan peremajaan pasar ini menjadi sangat penting mengingat Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan perkembangan pesat di IKN, pasar-pasar tradisional di Balikpapan diharapkan dapat meningkatkan daya tariknya. 
 
"Ya, apalagi sebagai penyangga IKN, Balikpapan harus memastikan bahwa pasar-pasar tradisionalnya tampil cantik dan memenuhi standar. Ini bukan hanya soal kenyamanan tetapi juga tentang bagaimana pasar-pasar tersebut dapat bersaing dan menarik perhatian masyarakat," tutur Haemusri.(*)
 
 
Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#pasar inpres balikpapan #balikpapan