KALTIMPOST.ID, Perayaan 22 tahun industri hulu minyak dan gas bumi (migas) semakin semarak dengan digelarnya Olimpiade Media Hulu Migas, Minggu (1/9/2024).
Acara yang diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan ini berlangsung sukses dan penuh semangat.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) bersama beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk Eni Muara Bakau, Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sangasanga, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, dan JOB Tomori.
Para peserta hadir di Global Sport Balikpapan, dengan partisipasi yang meliputi KKKS dan media dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Luwuk Banggai.
Baca Juga: Pemerintah Brasil Memblokir Platform X di Tengah Konflik Hukum dengan Elon Musk
Dalam ajang ini, peserta berkompetisi dalam beberapa cabang olahraga, antara lain mini soccer, bulu tangkis, dan tenis meja.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardhana, menyatakan bahwa olimpiade ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kolaborasi antara industri hulu migas dan media.
"Olimpiade ini lebih dari sekadar ajang olahraga, ini adalah momen untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kolaborasi antara industri hulu migas dan media. Kami sangat menghargai dukungan media yang telah membantu dalam menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan manfaat dari industri ini," ujar Wisnu.
Selain olimpiade, Wisnu menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 22 tahun SKK Migas dalam mengelola hulu migas.
Perayaan ini menitikberatkan pada empat aspek penting, yakni sosial, kesehatan, lingkungan, dan apresiasi.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah penanaman pohon di Joglo Tani Kolong Langit, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon.
Di samping itu, juga diadakan lokakarya Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang menghadirkan penerima manfaat, stakeholder pemerintah daerah, dan narasumber yang kompeten.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris, menekankan pentingnya sinergi antara instansi dan organisasi dalam mencapai target produksi nasional.
"Meskipun kita beroperasi dalam organisasi yang berbeda, tujuan kita tetap sama. Kolaborasi yang solid dengan media adalah kunci dalam menyebarluaskan berita positif tentang industri hulu migas,” ungkap Azhari.
Dengan keberhasilan Olimpiade Media Hulu Migas dan rangkaian kegiatan lainnya, perayaan 22 tahun industri hulu migas ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya industri ini. (*)
Editor : Dwi Puspitarini