Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jerit Sunyi Hutan Kutai 

R
Penulis: Redaksi KP❯
Ilustrasi
Ilustrasi

Advertisement

Cerita Pendek Karya Sahari Nor Wakhid

KALTIMPOST.ID - Tidak semua pelajaran yang diajarkan di kelas bisa hidup di luar dindingnya. Kenyataan sering kali menolak untuk tunduk pada kata-kata yang rapi dan teratur. Apa yang disusun dalam buku, dijelaskan di papan tulis, dan dihafal sebagai kebenaran, kerap runtuh begitu berhadapan dengan kepentingan. Di sanalah pelajaran kehilangan daya hidupnya. Bukan karena salah, tetapi karena dunia tidak selalu memberi ruang untuk tumbuh.

“Pak, kalau hutan itu penting, kenapa di luar sana malah hilang?” tanya Rendi dengan nada polos yang justru terasa menohok.

Advertisement

Ardi terdiam sejenak, mencoba mencari jawaban yang tidak hanya benar, tetapi juga jujur.

“Apakah hutan hanya hidup di buku, Pak?” lanjut Lila, suaranya pelan, tetapi cukup untuk membuat ruang kelas terasa lebih sempit.

Ketidakberdayaan ini mulai bergelayut dalam kepala Ardi, seorang guru di salah satu SMP di Kutai Timur. Ia berdiri di depan kelas dengan spidol di tangannya. Ia menatap papan tulis dengan pikiran yang masih mengembara. Sementara itu, matahari telah menunaikan tugasnya mengeringkan embun. Sinarnya perlahan masuk lewat jendela. Kontras dengan kenyataan yang terbentang.

Advertisement

Sekolah Ardi memang berjarak sekitar 98 kilometer dari kawasan inti Taman Nasional Kutai, tetapi jarak itu tak pernah benar-benar mampu membatasi dampak yang kini terasa begitu dekat. Bahkan, seolah merembes masuk ke dalam ruang kelas.

“Pak, tadi saya lihat lagi monyet di atap kelas,” ujar Bima sambil menunjuk ke arah langit-langit.

“Kenapa mereka ke sini terus ya, Pak? Apa mereka tersesat?” tanya Sari dengan nada antara penasaran dan takut.

Ardi menarik napas pelan, lalu menjawab dengan suara yang lebih berat dari biasanya, “Mungkin…bukan mereka yang tersesat.”

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Segera Daftarkan Merek Kolektif KDMP, Kanwil Kaltim: Demi Perlindungan Hukum

Segera Daftarkan Merek Kolektif KDMP, Kanwil Kaltim: Demi Perlindungan Hukum

Kanwil Kemenkum Kaltim dan Pemkab Kutai Timur sinergikan pendaftaran merek kolektif Koperasi Desa Merah Putih demi perlindungan hukum.

Porprov Kaltim 2026: FOBI Kutim Targetkan Sapu Bersih 9 Medali Emas

Porprov Kaltim 2026: FOBI Kutim Targetkan Sapu Bersih 9 Medali Emas

FOBI Kutim siapkan 35 atlet untuk Porprov VIII Kaltim 2026 di Paser. Targetkan sapu bersih sembilan medali emas dalam nomor tanding.

Porprov Korpri IV Kaltim Diharapkan Dongkrak Ekonomi Lokal Kutim, UMKM Ikut Kecipratan   

Porprov Korpri IV Kaltim Diharapkan Dongkrak Ekonomi Lokal Kutim, UMKM Ikut Kecipratan  

Porprov Korpri Kaltim 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Event ini diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer