Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Realisasi Pengeboran Tertinggi Sejak 2014, Ada 107 Sumur Ditembus di Agustus 2024

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 6 September 2024 | 09:03 WIB
Industri hulu migas meraiah positif pada Agustus 2024, dengan berhasil melakukan 107 sumur pengeboran.
Industri hulu migas meraiah positif pada Agustus 2024, dengan berhasil melakukan 107 sumur pengeboran.


KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Pada Agustus 2024, industri migas Indonesia mencatatkan tonggak penting dengan realisasi pengeboran.

Dengan capaian 107 sumur, yang terdiri dari 101 sumur pengembangan dan 6 sumur eksplorasi.

Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran SKK Migas Surya Widyantoro menyampaikan, ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 2014, dan menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 21,5 persen dibandingkan bulan Juli 2024.

Menurutnya, pencapaian ini sebagai hasil dari sinergi yang kuat antara SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Kami sangat menghargai kerja sama ini yang memungkinkan kita mencapai angka pengeboran yang mengesankan. Kami akan terus mendorong KKKS, untuk memperluas pengeboran untuk menemukan cadangan migas baru dan mencapai target produksi nasional," ujar Surya, Kamis (5/9).

Rincian pencapaian bulan ini menunjukkan bahwa dari 101 sumur pengembangan, PT Pertamina Hulu Rokan berkontribusi dengan 54 sumur, diikuti oleh PT Pertamina EP dengan 16 sumur. Begitupun untuk PT Pertamina Hulu Mahakam dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, masing-masing menyumbang 7 sumur.

Secara kumulatif hingga 31 Agustus 2024, jumlah pengeboran sumur pengembangan mencapai 545 sumur, dengan estimasi nilai investasi sebesar 1,27 miliar dolar. Dimama, untuk sumur eksplorasi, total realisasi mencapai 25 sumur dengan investasi estimasi sebesar 469 juta dolar. Peningkatan pengeboran ini adalah bagian dari strategi SKK Migas dan KKKS untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

"Kami menghadapi tantangan besar dalam produksi dan lifting migas di tahun 2024, namun dengan penemuan cadangan baru seperti Blok Geng North dan Andaman, kami optimis akan capaian yang lebih baik," ungkap Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro.

Hudi juga menyoroti dukungan pemerintah, khususnya dari Kementerian ESDM dan SKK Migas, dalam menyetujui Plan of Development (PoD) untuk Blok Geng North. "Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produksi dan ketahanan energi nasional," timpalnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#skk migas