KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Selama momen Hari Kemerdekaan pada Agustus 2024, industri jasa terutama perhotelan di Balikpapan paling banyak menuai keuntungan.
Sebagaimana disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto, bahwa tingkat okupansi kamar hotel di kota ini melonjak tajam, terutama selama 15-19 Agustus.
"Selama momen Hari Kemerdekaan, hotel di Balikpapan mengalami okupansi penuh. Meskipun setelah 19 Agustus okupansi sempat turun selama seminggu, situasinya setelah itu kembali normal," ucap Soegianto.
Sebagai kota yang biasanya mengalami tingkat hunian kamar hotel antara 56 hingga 58 persen, Balikpapan mencatat kenaikan signifikan pada Agustus lalu dengan mencapai 70 persen.
Lonjakan ini mencerminkan perubahan dinamis dalam sektor perhotelan yang dipicu oleh beberapa faktor kunci.
Adapun mengawali September, Soegianto mengatakan, okupansi Balikpapan pun kembali naik. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi lonjakan okupansi adalah pergeseran kegiatan dari Samarinda ke Balikpapan.
Meskipun tidak ada dampak langsung dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berlangsung hingga 15 September di Kota Samarinda, namun adanya kegiatan MTQ di Samarinda memberi kesempatan bagi Balikpapan untuk menyelenggarakan berbagai acara.
"Kamar hotel di Samarinda penuh dengan peserta dan panitia MTQ, sehingga Balikpapan menjadi alternatif menarik untuk menyelenggarakan beberapa kegiatan dari kementerian, pemerintah daerah Samarinda, hingga perusahaan-perusahaan dari sana," kata Soegianto.
Keputusan untuk memindahkan beberapa acara dari Samarinda ke Balikpapan memberikan dampak positif yang signifikan pada tingkat hunian hotel di Balikpapan.
Hal ini menciptakan peluang bagi hotel-hotel di Balikpapan, termasuk Platinum Hotel and Contion Hall Balikpapan, untuk menyelenggarakan berbagai event.
"Platinum Hotel Balikpapan, misalnya, menggelar berbagai event baik dari pusat maupun provinsi. Meskipun bukan dari jatah kamar, hotel ini tetap memperoleh keuntungan karena berhasil menarik event-event tersebut," timpalnya.
Untuk memberikan konteks lebih lanjut, berdasarkan data tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Balikpapan.
Pada Juli 2024, TPK tercatat sebesar 68,77 persen, yang menunjukkan penurunan 1,73 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Meskipun ada penurunan, angka ini tetap menunjukkan peningkatan sebesar 4,18 poin dibandingkan dengan Juli 2023. Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang pada Juli 2024 mencapai 1,75 hari, dengan tamu asing menginap rata-rata 2,44 hari dan tamu nusantara 1,74 hari.
Data ini menggarisbawahi bahwa meskipun ada fluktuasi dalam tingkat hunian, secara keseluruhan ada kecenderungan positif dalam industri perhotelan di Balikpapan.
Perpaduan antara tamu asing dan nusantara menunjukkan bahwa Balikpapan tetap menjadi destinasi yang menarik bagi berbagai jenis pengunjung.
Dia menjelaskan bahwa tren utama untuk Balikpapan saat ini didominasi oleh kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), sedangkan akhir pekan lebih didominasi oleh tamu keluarga. Melihat ke depan, Soegianto optimistis tentang prospek okupansi kamar hotel di Balikpapan untuk akhir tahun 2024.
"Akhir September hingga Desember biasanya adalah periode yang sangat aktif. Banyak event diselenggarakan menjelang akhir tahun, terutama karena anggaran yang harus digunakan," kata Soegianto.
Ia menambahkan bahwa bulan-bulan ini, termasuk September, Oktober, dan bulan-bulan berikutnya, merupakan periode yang positif bagi industri perhotelan. "Ya bulan ber, ber-an ini jadi berkah buat perhotelan," lanjutnya.
Jelang akhir tahun, dikatakan puncak kegiatan-kegiatan ini akan terjadi pada Desember, dari tanggal 1 hingga 15 Desember. Setelah 17 Desember, menurutnya mungkin akan ada penurunan sementara, tetapi setelah seminggu tingkat hunian tersebut akan kembali meningkat.
Lebih lanjut ia menilai, lonjakan okupansi di Agustus hingga mendatang menunjukkan keberhasilan kota ini dalam menarik event-event besar dan kegiatan kementerian adalah indikasi kekuatan sektor perhotelan yang terus berkembang.
Seiring dengan berbagai acara yang direncanakan untuk akhir tahun, Balikpapan tampaknya akan terus mengalami pertumbuhan positif.
"Dengan adanya berbagai event dan kegiatan yang terus meningkat, kami yakin bahwa sektor perhotelan di Balikpapan akan terus menunjukkan kinerja yang positif. Dengan berbagai faktor yang mendukung, Balikpapan berpotensi untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan tingkat hunian kamar hotel di masa depan," tandasnya.(*)