Lewat P2MW, ITK Berusaha Lahirkan Pengusaha Muda yang Siap Berkembang
Ulil Mu'Awanah• Jumat, 27 September 2024 | 07:00 WIB
Talkshow dengan Sekretaris BPCI Hipmi Balikpapan Ken Arif P2MW yang berlangsung di Auditorium Lab ITK. (Foto: Ulil/KP)
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN--Program Pengembangan Usaha Mahasiswa (P2MW) garapan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mendorong potensi kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Program ini dirancang khusus bagi mahasiswa yang telah memiliki usaha, memberikan bantuan dana pengembangan serta pembinaan melalui pendampingan dan pelatihan (coaching) usaha.
Dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan wirausaha, P2MW memberikan pelatihan yang terstruktur, termasuk strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan inovasi produk.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian lokal.
P2MW edisi tahun 2024 ini digelar Auditorium Lab Terpadu, ITK, Balikpapan, Kamis (26/9).
Kegiatan ini diisi dengan talkshow oleh Robby Pebrianto, selaku Direktur Sila Teknologi Utama, yang menekankan pentingnya kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
"Kewirausahaan adalah langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global," ujarnya.
Adapun Sekretaris Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan Ken Arif Danuharja, juga memberikan pandangannya.
"Ini menjadi titik awal bagi para mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide brilian mereka dan mewujudkan mimpi menjadi pengusaha sukses di masa depan," kata pria yang akrab disapa Ken tersebut.
Guna memudahkan pengusaha muda yang baru merintis, dia mengajak agar dapat bergabung ke dalam organisasi pengusaha salah satunya ialah HIPMI. Karena ia menilai, akan lebih banyak benefit yang didapatkan serta kemudahan memperluas link.
Ia menambahkan bahwa tantangan sebagai pengusaha lebih besar dibandingkan menjadi karyawan.
"Tantangan sebagai pengusaha itu lebih berat, karena kita dipaksa harus memikirkan semuanya mulai dari izin, produksi hingga gaji karyawan," timpalnya.
Adapun Bryan Tinting Langi, Awardee P2MW 2022 sekaligus mahasiswa Prodi Teknik Sipil ITK menambahkan, kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh mentor berpengalaman bertujuan untuk memberikan wawasan praktis dan solusi atas tantangan yang dihadapi para wirausahawan muda.
Diharapkan, dengan dukungan dari P2MW, mahasiswa tidak hanya dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka, tetapi juga memperluas jaringan bisnis dan menciptakan lapangan kerja.
Program ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menumbuhkan budaya kewirausahaan di kalangan generasi muda, yang diharapkan dapat melahirkan inovator-inovator baru di masa depan.
"P2MW menandai komitmen ITK dalam mengembangkan potensi kewirausahaan mahasiswa. Melalui kolaborasi dan edukasi yang kuat, kami berharap dapat melahirkan generasi yang mandiri dan kreatif. Terpenting lagi kita mau mencoba," ujarnya.
Selain talkshow, acara ini juga diisi dengan kegiatan Matchmaking & Expo P2MW ITK 2024 dengan tema "Connecting Opportunities through Business Matchmaking". Terdapat beberapa stan mahasiswa yang menampilkan berbagai produk, mulai makanan, aksesorus hingga implan gigi serta briket dari kelapa sawit.