Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Berbagai Komunitas Meningkat, Kaltim Lanjutkan Tren Inflasi Agustus

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 2 Oktober 2024 | 15:05 WIB
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (FOTO: IST)
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, Perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim di empat kabupaten/kota yakni Samarinda, Balikpapan, Berau dan Penajam Paser Utara (PPU), inflasi September year on year (yoy) sebesar 2,16 persen. Atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 104,43 pada September 2023 menjadi 106,69 pada September lalu.

Secara nasional, inflasi Kaltim berada di atas rata-rata. Indonesia catatkan inflasi 1,84 persen yoy dengan IHK 105,93. Namun secara secara nasional, angka itu lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 2,12 persen yoy. Meski begitu, Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan jika seluruh provinsi di Indonesia alami inflasi September 2024.

“Secara month to month (mtm), terjadi kenaikan indeks harga (inflasi) sebesar 0,06 persen. Sementara secara year to date (ytd), terjadi inflasi sebesar 1,24 persen,” beber Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana, Selasa (1/10).

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Yaitu makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,67 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 2,37 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,34 persen. Kelompok kesehatan 5,57 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,60 persen.

“Lalu kelompok pendidikan 1,71 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 1,48 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,01 persen. Sebaliknya, kelompok pengeluaran yang alami penurunan indeks adalah perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,20 persen, transportasi 0,40 persen serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,41 persen,” lanjutnya.

Kelompok pengeluaran yang memberi andil atau sumbangan inflasi yoy terbesar, yaitu makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,34 persen. Lalu komoditas yang dominan memberi inflasi adalah beras, emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), kopi bubuk hingga gula pasir.

Untuk IHK, empat kabupaten/kota hasil data BPS secara yoy juga alami inflasi. Dengan Berau tertinggi, angkanya 3,34 persen serta IHK sebesar 106,67. Terendah terjadi di Penajam Paser Utara (PPU) sebesar 1,73 persen dengan IHK 105,99. “Untuk Balikpapan inflasinya 2,31 persen dan IHK 107,36 lalu Samarinda inflasi 1,79 persen dengan IHK 106,20,” ujarnya.

Editor : Uways Alqadrie
#Inflasi Kaltim #BPS KALTIM #bps