“Bandara lain juga alami penurunan jumlah penumpang. Bandara Kalimarau di Berau turun 7,06 persen, Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu turun 2,41 persen. Di Bandara Melalan Kutai Barat turun 1,97 persen. Sedangkan di Bandara Sepinggan Balikpapan, alami kenaikan 0,21 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Penumpang domestik terbesar melalui Bandara Sepinggan yaitu mencapai 201.092 orang. Atau total 79,23 persen dari total penumpang domestik. Diikuti APT Pranoto yang mencapai 34.715 orang atau sebesar 13,68 persen dari total penumpang domestik.
Sedangkan untuk angkutan udara ke luar negeri atau internasional, sebanyak 4.013 orang.
Angka itu juga turun dibanding bulan sebelumnya, sebanyak 0,05 persen. Sementara untuk totalnya, sepanjang Januari-Agustus 2024 ini, Yusniar menyebut tercatat 34.396. “Justru naik 24,94 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun turun 8,84 persen year on year (yoy),” lanjut dia.
Bergeser ke angkutan laut. Untuk angkutan dalam negeri sepanjang Agustus tercatat 45.437 orang. Angka ini turun dibanding bulan sebelumnya sebanyak 5,25 persen.
Namun secara yoy naik 29,84 persen. Hal tersebut karena berkurangnya jumlah penumpang di Pelabuhan Bontang Lok Tuan sebanyak 36,72 persen. Penurunan juga terjadi di Pelabuhan Semayang Balikpapan 5,04 persen. Sebaliknya, penurunan terjadi di Pelabuhan Samarinda 1,82 persen.
Untuk angkutan barang juga catatkan penurunan. Sepanjang Agustus mencapai 9.162,89 ribu ton atau turun 0,31 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan terjadi karena berkurangnya jumlah barang yang diangkut di Pelabuhan Kariangau Balikpapan sebesar 36,70 persen. Namun Yusniar menegaskan, secara yoy justru naik 41,21 persen.
“Lalu di Pelabuhan Sangkulirang 20,02 persen. Sangatta turun 12,89 persen dan Bontang turun 1,31 persen. Peningkatan jumlah barang angkut terjadi di Pelabuhan Semayang Balikpapan yakni 42,96 persen. Di Samarinda juga naik 17,60 persen, Tana Grogot 14,29 persen, Kuala Samboja 13,11 persen, Tanjung Santan 10,77 persen dan Tanjung Redeb 2,68 persen,” paparnya.
Jumlah barang yang diangkut periode Januari-Agustus tercatat 67.858,15 ribu ton atau nai 37,55 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan ini terjadi karena ada kenaikan signifikan jumlah barang yang diangkut di Pelabuhan Kuala Samboja hingga mencapai 216,80 persen. “Mencapai 2.543,56 ribu ton atau 27,76 persen dari total seluruh angkutan barang,” sebutnya. sambungnya.
Editor : Uways Alqadrie