KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Jumlah pengunjung Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan terus mengalami lonjakan yang signifikan. Data dari Kepala UPTD Pasar Wilayah I Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Normaniah menunjukkan bahwa jumlah pengunjung telah meningkat hingga 20 persen. Hal ini dirasakan tidak hanya pada September lalu, namun selama setahun belakangan.
Kenaikan tersebut tidak terlepas dari berbagai faktor, termasuk helatan yang kian ramai diadakan di Kota Minyak. Terbaru, beberapa hari lalu Balikpapan menjadi tuan rumah seminar nasional bertajuk Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Konservasi Gigi Nasional (SINI) VII. "Diperkirakan mencapai ratusan orang yang datang selama 12-13 Oktober kemarin," ucap Normaniah, kemarin (15/10).
Selain berbelanja pernak-pernik khas Kalimantan, para dokter yang hadir dari berbagai daerah itu juga menyantap olahan kuliner yang tersedia di pasar tersebut. Ada pula yang memesan aksesori berupa kalung hingga tas dengan ukiran khas Dayak. "Kebanyakan masih aksesori, mulai gelang, tas, kalung, batu cincin juga yang jadi icon di sini paling banyak diburu oleh wisatawan yang datang kemari," ujarnya.
Hal ini juga membuat pihak Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disporapar) untuk sering melakukan promosi wisata dan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.
Kepala Disporapar Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma menuturkan, para peserta seminar tersebut juga disambut langsung oleh Duta Wisata Balikpapan di Tourism Information Center yang terletak di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman( SAMS) Sepinggan Balikpapan, sebagai tahap awal mengenalkan kota ini.
Ratih juga berujar, pihaknya menggandeng kelompok pemandu wisata untuk mengatur tur bagi para peserta yang ingin menjelajahi destinasi wisata di sela-sela acara seminar. Bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), yang menyediakan pemandu wisata dan informasi lengkap agar para peserta bisa menikmati waktu luangnya dengan mengunjungi berbagai tempat menarik di Balikpapan.
"Bukan cuma memperkenalkan lokasi wisata, kami juga menggandeng Dinas Koperasi UMKM Balikpapan untuk menampilkan produk-produk khas lokal. Para pelaku UMKM ditempatkan di hotel-hotel tempat peserta menginap, sehingga bisa melihat dan membeli produk lokal dengan mudah," ungkapnya.
Alhasil gelaran SINI VII ini membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Balikpapan. Sebab, kunjungan ribuan peserta seminar memberi dorongan signifikan bagi tingkat hunian industri perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatifnya. "Pasar Inpres Kebun Sayur juga jadi tujuan peserta untuk berburu cendera mata maupun oleh-oleh. Kami melihat minat para peserta sangat tinggi," kata Ratih. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo