Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kinerja Industri Pengolahan Bergairah, Sumbang 17,98 Persen PDRB Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:47 WIB
INDUSTRI BESAR: Keberadaan perusahaan industri besar, khususnya industri pengilangan minyak dan gas cukup berpengaruh terhadap share PDRB industri pengolahan.
INDUSTRI BESAR: Keberadaan perusahaan industri besar, khususnya industri pengilangan minyak dan gas cukup berpengaruh terhadap share PDRB industri pengolahan.

SAMARINDA - Keberadaan perusahaan industri besar, khususnya industri pengilangan minyak dan gas (migas), dan industri CPO (makanan dan minuman) cukup berpengaruh terhadap share Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) industri pengolahan. Bila perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang tersebut alami gejolak, maka akan turut berimbas pada share PDRB sektor industri pengolahan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana. Dia juga menyebut, sepanjang 2021-semester I 2024, terjadi fluktuasi pada kontribusi sektor industri pengolahan di Kaltim.

"Dalam kurun waktu tersebut, terlihat bahwa peranan sektor industri pengolahan terhadap PDRB berada di kisaran 13-18 persen setiap triwulanannya. Terakhir sektor ini menyumbang 17,98 persen terhadap PDRB Kaltim triwulan II 2024," bebernya.

Melalui indikator PDRB atas dasar harga konstan terlihat bahwa tren produksi industri pengolahan di Bumi Etam pada periode yang sama juga cenderung fluktuatif. Pada triwulan II 2021, sektor industri pengolahan alami pertumbuhan tertinggi 8,75 persen year on year (yoy).

"Hal itu terjadi karena mulai terjadi pemulihan kondisi ekonomi masyarakat setelah sebelumnya terdampak pandemi. Periode selanjutnya, sektor ini selalu tumbuh positif meski terkadang alami perlambatan maupun percepatan. Akan tetapi, pada triwulan I & II 2024, sektor ini kembali tumbuh negatif akibat penurunan kinerja pada industri pengilangan migas.

Produksi lifting pada setiap sumur minyak secara natural terus menurun seiring dengan berjalannya waktu. "Pada 2021, ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) mencatat sisa cadangan minyak Indonesia sebanyak 3,95 miliar barel. Ini sudah termasuk cadangan potensial 1,75 miliar barel. Dengan laju kegiatan yang sama, diperkirakan bahwa cadangan minyak akan habis kurang dari 10 tahun lagi," sambungnya.

Pada 2023, jumlah perusahaan industri berskala besar dan sedang (IBS) di Kaltim tercatat 291 unit. Jika dilihat menurut kabupaten/kota, perusahaan IBS di Kaltim terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Balikpapan yang terbanyak, melebihi sepertiga dari total perusahaan IBS di Kaltim yakni 99 perusahaan.

Disusul Samarinda 58 perusahaan IBS, lalu Kutai Timur 38 unit. Selain IBS, terdapat juga puluhan ribu industri mikro dan kecil (IMK) dengan total 26.225 unit. Menyerap tenaga kerja 49.721 orang. Berdasarkan klasifikasi industri, tercatat pada 2022 industri makanan mendominasi dengan jumlah 11.790 perusahaan dengan serapan 22.111 tenaga kerja. (rdh)

RADEN RORO MIRA

@rdnrrm

Editor : Muhammad Ridhuan
#bps #kaltim #migas #PDRB #industri pengolahan