Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Punya Potensi Besar, Ekowisata dan IKN Jadi Magnet Wisatawan

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 31 Oktober 2024 | 06:10 WIB
PELUANG: Mulai masuknya investasi asing di Ibu Kota Nusantara berpotensi mendatangkan banyak wisatawan mancanegara.
PELUANG: Mulai masuknya investasi asing di Ibu Kota Nusantara berpotensi mendatangkan banyak wisatawan mancanegara.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sektor pariwisata Kaltim terus mencatat pertumbuhan signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim 2023 menunjukkan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Fenomena ini tak lepas dari geliat ekonomi pascapandemi, pesona Ibu Kota Nusantara (IKN), serta berbagai promosi yang dilakukan.

Keberadaan proyek IKN membuat Kaltim semakin menarik minat bagi wisatawan dunia. Selain melakukan kunjungan kerja, banyak juga yang penasaran dengan lokasi serta wajah baru Ibu Kota Negara Indonesia. Tentu mereka juga menyelingi kegiatan di Kaltim dengan berwisata ke berbagai destinasi unggulan.

“Indonesia termasuk salah satu negara yang recovery pascapandeminya bagus. Kenapa 2023 itu kenaikan wisman signifikan dari 343 pada 2022 menjadi 4.491, beberapa faktornya itu juga karena adanya IKN. Perusahaan-perusahaan asing itu mulai bergeliat kembali, aktivitas mulai lancar seperti biasa,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi, kemarin (30/10).

Balikpapan, sebagai pintu gerbang utama Kaltim untuk tamu mancanegara turut merasakan dampak positif. Aktivitas bisnis kembali normal, bahkan sejumlah perusahaan menggelar event berskala besar. Latihan gabungan militer Super Garuda Shield pada tahun lalu juga menyumbang kenaikan wisman.

Sebab melibatkan tentara asing dari negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, Inggris hingga negara pengamat dari Inggris yang meliputi Selandia Baru, Kanada, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Perancis, Jerman, Filipina, Korea Selatan dan Timor Leste.

“Mereka kan di sini longstay, menginap, kemudian kulineran. Itu sudah termasuk kegiatan wisata. Recovery kita termasuk cepat, membaik secara ekonomi,” ungkap Ririn.

Sementara itu, Berau semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia. Meningkatnya jumlah kapal pesiar yang singgah menjadi bukti nyata daya tarik kawasan tersebut.

Jumlah kunjungan terbanyak juga disumbang daerah tersebut. “Kenapa bisa 1.666 kunjungan 2023 lalu, karena ada beberapa kapal pesiar itu juga lewat di sana. Kemudian orang asing dari Kalimantan Utara yang mau ke tempat kita, juga tinggal menyeberang ke Berau. Jadi itu beberapa faktor selain karena memang Berau sudah jadi destinasi internasional,” lanjut Ririn.

BPS nasional juga sudah merilis data kunjungan wisman, hingga Agustus 2024 tercatat 9,09 juta orang. “Nah, yang di Kaltim pasti lebih besar lagi. Pada 2024 ini optimis lebih baik. Faktor IKN jadi magnet. Teman-teman Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) juga turut berperan aktif,” sambung Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim Restiawan Baihaqi.

Apalagi pihaknya cukup aktif berkoordinasi. Mereka sering melapor kalau bawa tamu asing. “Memang tidak dalam grup besar, hanya kelompok kecil, tapi sering. Ini kan artinya fenomena yang bagus untuk menjaga iklim pariwisata di tempat kita,” bebernya.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting. Kaltim tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang unik. Pengembangan ekowisata perlu menjadi fokus utama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menarik minat wisatawan yang peduli terhadap alam.

“Kebanyakan wisman itu sukanya yang alam,” papar pria yang karib disapa Eki itu. Diakui jika para pelaku wisata sudah banyak berbenah. Melengkapi fasilitas hingga pelayanan lewat sertifikasi. Sertifikasi CHSE bagi pelaku wisata menjadi jaminan bagi wisatawan akan mendapatkan pelayanan yang terbaik. Aksesibilitas ke berbagai destinasi wisata juga terus ditingkatkan.

Eki menyampaikan jika kualitas pelayanan menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Penetrasi pasar juga kita jaga, ke daerah-daerah untuk promosi. Berbagai event budaya dan promosi wisata secara berkala juga digelar untuk menarik minat wisatawan. Memang ada kecenderungan festival atau event itu yang disukai. Biasanya turis menghubungi guide, misal ada event apa nanti di bulan kedatangannya. Jadi event itu punya daya dorong luar biasa juga,” papar Eki.

Termasuk saat East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2024 lalu. Sedikitnya 150 tamu berbagai negara datang ke Samarinda, terkesan dengan kebudayaan lokal. “Mereka kembali ke negaranya, bakal diceritakan tuh pengalaman selama di sini. Nah, sumber kunjungan wisman itu rata-rata karena pengalaman itu. Ada cerita langsung, rekomendasi dari yang sudah pernah ke sini,” tutup Eki. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#magnet wisata kaltim #wisata viral di kaltim #ibu kota nusantara #IKN #potensi wisata #kaltim #ekowisata