KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk transportasi laut terus dimaksimalkan. Kemarin (18/12), Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan membuka posko Nataru untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan mengantisipasi lonjakan arus penumpang.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Balikpapan Capt Heru Susanto mengatakan, pihaknya membuka posko Nataru melibatkan berbagai personel. Mulai dari KSOP, kepolisian, Basarnas, BMKG dan sebagainya. “Semua lengkap mengirim personel untuk bertugas. Posko kami buka mulai tanggal 18 Desember hingga 8 Januari,” katanya.
Berdasarkan keterangan Pelni, puncak arus keberangkatan penumpang di Pelabuhan Semayang diprediksi terjadi pada Rabu (18/12). Tepatnya KM Bukit Siguntang tujuan Pare-Pare dan Makassar. Pihaknya melakukan pemeriksaan di seluruh area pelabuhan. Termasuk lantai dua untuk antisipasi penumpukan penumpang jika harus menunggu kapal sehari atau dua hari.
“Kalau yang langsung naik ke kapal menunggu di lantai 1, kita siapkan tenda depan terminal,” ujarnya. Selain itu, pihaknya melakukan ramp check kapal untuk memastikan kondisi kapal dalam keadaan baik.
Heru menjelaskan, kapal ada yang melalui uji petik di Balikpapan dan Surabaya. Tergantung kapal sampai di mana terlebih dulu. Seperti semua kapal Pelni dinyatakan siap untuk angkutan Nataru.
Di antaranya KM Labobar, KM Bukit Siguntang, dan KM Lambelu. Dalam momen Nataru ini, ada penambahan kapasitas sekitar 63 persen. Misalnya KM Bukit Siguntang dari kapasitas 2.000 penumpang menjadi 3.600 penumpang.
Pihaknya memprediksi peningkatan penumpang terjadi kurang lebih 33 persen dibanding angkutan Nataru tahun lalu. “Kami lihat semua kapal sudah mendapat rekomendasi. Cek alat keselamatan sampai tempat tidur,” ungkapnya.
Sementara untuk kondisi terminal dan Pelabuhan Semayang secara umum, KSOP memeriksa area toilet, ruang merokok, dan lainnya. Itu hal yang menjadi perhatian untuk menjaga kenyamanan penumpang.
“Alhamdulillah Pelabuhan Semayang juga mendapat kiriman kapal patroli yang siap membantu pengawasan dan pengamanan pelayaran,” bebernya. Selain kesiapan terminal dan kapal, BMKG merilis gelombang paling tinggi berkisar 1,2 meter.
Menurutnya semua masih aman terkendali. Heru mengimbau masyarakat bisa membeli tiket online dan tidak melalui calo. “Kami berharap semua berjalan lancar dan siap mendukung kenyamanan masyarakat,” tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo