KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus berupaya menjalankan berbagai inovasi dan inisiatif yang melibatkan masyarakat dalam mendorong keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah terbaru yang diambil BSI adalah meluncurkan program donasi pohon yang dapat diakses melalui aplikasi BYOND By BSI.
Program bertajuk Sedekah Pohon Untuk Negeri ini bekerja sama dengan mitra strategis BSI, yaitu BSI Maslahat. Program donasi ini memungkinkan nasabah berkontribusi langsung dalam penghijauan di seluruh Indonesia dengan cara yang mudah dan praktis melalui platform digital.
“BSI terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpartisipasi dalam program pelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, kami mengajak nasabah untuk turut serta dalam aksi penghijauan yang bermanfaat bagi keberlanjutan alam dan ekonomi masyarakat,” ujar Hery Gunardi, selaku Direktur Utama BSI.
Program ini juga sejalan dengan komitmen BSI untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan alam. Selain itu, sepanjang 2024, BSI meraih berbagai penghargaan bergengsi sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen mereka dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Beberapa penghargaan yang diraih antara lain Appreciated Social ESG Report dan Investor Daily ESG Appreciation Night. Di ajang Anugerah ESG Republika Award 2024, BSI juga dianugerahi penghargaan Best Practices in Regulation Compliance, serta mendapatkan penghargaan dari Katadata Green Initiative Awards 2024.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi BSI dalam implementasi ESG yang mendalam, serta kontribusi nyata mereka terhadap kelestarian lingkungan. “BSI bukan hanya fokus pada kinerja finansial, tetapi juga berkomitmen memberikan manfaat sosial yang luas, serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui pembiayaan berkelanjutan dan berbagai inisiatif hijau lainnya," tambahnya.
Hingga kuartal III-2024, BSI telah menyalurkan pembiayaan untuk keuangan berkelanjutan sebesar Rp 62,5 triliun. Pembiayaan ini sebagian besar didominasi oleh sektor usaha mikro dan kecil (UMK), dengan nominal Rp 34,1 triliun, diikuti dengan sektor mikro yang mencapai Rp 15,1 triliun dan pembiayaan berkelanjutan lainnya sebesar Rp 6,7 triliun.
Kontribusi ini menunjukkan komitmen BSI dalam mendukung ekonomi berkelanjutan, terutama di sektor-sektor yang berpotensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, dalam rangka memperluas dampak positifnya, BSI juga aktif mendukung pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi sirkular di Indonesia.
Menurut Hery, kegiatan ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan upaya mewujudkan target net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060. “Sebagai bank yang menerapkan prinsip ESG, kami ingin memastikan bahwa sektor-sektor yang kami dukung, seperti pariwisata, tetap menjaga kelestarian lingkungan sambil memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat,” jelas Hery.
Salah satu inisiatif yang dilakukan BSI adalah dengan menggelar kegiatan di Cikole Lembang, yang berfokus pada pengelolaan sampah dan pengurangan dampak lingkungan di destinasi wisata. Dalam kegiatan tersebut, BSI melakukan pengecatan dan penempatan tempat sampah di titik-titik strategis untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan wisata.
Selain itu, mereka juga memperkenalkan konsep daur ulang sampah yang bisa digunakan kembali menjadi barang yang bermanfaat. Kegiatan ini bertujuan memberi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan.
BSI juga memiliki sejumlah inisiatif hijau yang mendukung upaya transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon. Beberapa langkah yang telah dilakukan BSI di antaranya adalah pembangunan gedung ramah lingkungan di Aceh, penggunaan 115 kendaraan listrik (EV) yang dilengkapi dengan stasiun pengisian daya, serta pemasangan panel surya untuk mendukung efisiensi energi.
Hery mengungkapkan, BSI berkomitmen untuk terus mengembangkan operasional yang ramah lingkungan, karena hal ini akan mendukung tercapainya target-target keberlanjutan jangka panjang. Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa BSI akan terus memperkuat penerapan prinsip ESG melalui tiga pilar utama, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainable Beyond Banking.
Di bawah pilar Sustainable Banking, BSI berfokus pada pengembangan produk keuangan yang mendukung keberlanjutan, sementara di pilar Sustainable Operation, BSI berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional internal, termasuk pencapaian NZE.
Sedangkan pada pilar Sustainable Beyond Banking, BSI berupaya untuk memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat serta meningkatkan distribusi zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
“Visi kami adalah untuk menjadi bank syariah global terbaik yang menerapkan keuangan berkelanjutan dengan fokus pada keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kami berharap melalui berbagai inisiatif ini, BSI dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia dan dunia,” tutup Hery. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo