Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Adopsi Gaya Hidup Non-Tunai, Balikpapan Tertinggi Pengguna Kartu Kredit Se-Kaltim

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 9 Januari 2025 | 16:57 WIB
TUMBUH: Penggunaan APMK tumbuh 4,92 persen yoy pada triwulan III 2024. Balikpapan tertinggi pengguna kartu kredit dengan porsi 51 persen dari total penggunaan.
TUMBUH: Penggunaan APMK tumbuh 4,92 persen yoy pada triwulan III 2024. Balikpapan tertinggi pengguna kartu kredit dengan porsi 51 persen dari total penggunaan.

SAMARINDA - Penggunaan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) di Kaltim tetap tumbuh di triwulan III. Berdasarkan data terbaru, baik dari sisi nominal maupun volume transaksi, APMK menunjukkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan transaksi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kaltim semakin mengadopsi gaya hidup non-tunai.

"Pada triwulan III 2024, nominal transaksi APMK tumbuh 4,92 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II 2024 yang tumbuh 5,03 persen (yoy). Nominal transaksi APMK tercatat Rp 39,46 triliun, atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya Rp 41,04 triliun. Dari sisi volume transaksi, APMK juga mengalami pertumbuhan 7,43 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II 2024 yang tumbuh 5,94 persen (yoy)," beber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Sedangkan volume transaksi APMK triwulan III 2024 tercatat 35,95 juta transaksi, atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yakni 36,01 juta transaksi. Budi menyebut hal itu terjadi seiring dengan preferensi pengguna yang shifting ke kanal pembayaran berbasis nonkartu, seperti QRIS dan M-Banking.

Secara rinci, transaksi kartu kredit dan ATM/debit masih mendominasi pasar. Kenaikan volume transaksi kartu kredit menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat, sementara pertumbuhan transaksi ATM/debit mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

"Pada triwulan III 2024, nominal transaksi kartu kredit tumbuh 2,91 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan II 2024 yang mampu tumbuh 12,74 persen (yoy). Nominal transaksi tercatat Rp 833,36 miliar, atau lebih tinggi dibanding triwulan II 2024 yang tercatat Rp 824,20 miliar," lanjut Budi.

Dari sisi volume, transaksi kartu kredit juga mengalami pertumbuhan 15,01 persen (yoy). Volume transaksi kartu tercatat 817,326 transaksi, atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II 2024 yang tercatat 769.953 transaksi.

Balikpapan dan Samarinda jadi pusat pertumbuhan. Konsentrasi transaksi di kedua kota tersebut menunjukkan bahwa pusat-pusat perkotaan menjadi penggerak utama dalam adopsi pembayaran non-tunai.

Berdasarkan nominal transaksi, Balikpapan memiliki porsi 51 persen, sementara Samarinda 35 persen, disusul Bontang dan Kutai Kartanegara masing-masing sebesar 4 dan 3 persen. Sedangkan dari sisi volume transaksi, Balikpapan memiliki porsi 50 persen, lalu Samarinda 35 persen, disusul Bontang dan Kutai Kartanegara masing-masing sebesar 5 dan 3 persen.

Sementara itu, transaksi uang elektronik (e-money) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal ini mengindikasikan semakin tingginya minat masyarakat terhadap pembayaran digital. Pertumbuhan itu didukung oleh semakin banyaknya merchant yang menerima pembayaran melalui e-money dan berbagai promo yang ditawarkan oleh penyedia layanan e-money.

Meskipun pertumbuhan transaksi nontunai sangat positif, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti perluasan akses layanan pembayaran di daerah-daerah terpencil dan peningkatan literasi digital masyarakat. Namun demikian, potensi pertumbuhan transaksi nontunai di Kaltim masih sangat besar.

RADEN RORO MIRA

@rdnrrmr

Editor : Muhammad Ridhuan
#pembayaran non-tunai #bank indonesia #kartu kredit #kaltim #balikpapan