KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Aktivitas di Pelabuhan Semayang mengalami penurunan pada November 2024. Ini terkonfirmasi dari berkurangnya jumlah kunjungan kapal dalam negeri, yakni sebanyak 1.161 unit kapal yang datang. Mengalami penurunan sebesar 18,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan 44,13 persen dibandingkan November 2023.
Hal ini menunjukkan adanya penurunan dalam kegiatan transportasi laut domestik. Pun dilihat dari sisi gross tonnage (GT), kapal yang berlabuh di Pelabuhan Semayang dan Peti Kemas Kariangau pada November 2024 berjumlah 6.093.679 GT, turun 8,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan turun 3,19 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023.
Adapun secara umum, data yang dibeberkan Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menunjukkan penurunan pada sejumlah kategori, terutama jumlah penumpang yang datang dan kunjungan kapal dalam negeri.
Menurut Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama, penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal. “Kami melihat adanya penurunan pada sektor perjalanan laut yang disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu, mungkin hal lainnya seperti harga tiket pesawat yang menurun sehingga penumpang berpindah haluan, maupun aktivitas yang memang belum memasuki puncak liburan yang baru berlangsung di bulan Desember," ucapnya.
Pada November 2024, jumlah penumpang yang datang melalui Pelabuhan Semayang tercatat sebanyak 29.232 orang, yang mengalami penurunan sebesar 12,43 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, jumlah penumpang yang datang juga turun sebesar 12,28 persen.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Semayang mengalami sedikit peningkatan, yakni sebesar 3,21 persen, dengan jumlah total 25.714 orang. Walaupun kenaikan ini memberikan sinyal positif, angka tersebut tidak cukup untuk mengimbangi penurunan jumlah penumpang yang datang.
Sektor angkutan laut dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau juga menunjukkan data yang beragam pada November 2024. Total barang yang dibongkar di kedua pelabuhan ini tercatat sebanyak 250.969 ton, mengalami penurunan 0,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan dengan November 2023, terdapat penurunan yang lebih signifikan, yakni 6,86 persen.
Namun, ada kabar baik dari sisi pengiriman barang. Jumlah barang yang dimuat pada November 2024 tercatat sebanyak 41.289 ton, yang mengalami lonjakan sebesar 32,98 persen dibandingkan dengan Oktober 2024. Peningkatan ini tentu memberikan sedikit angin segar di tengah penurunan sektor lainnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, jumlah barang yang dimuat justru mengalami penurunan sebesar 22,01 persen. Peningkatan barang yang dimuat pada November 2024 dipengaruhi oleh beberapa faktor.
"Ada peningkatan permintaan untuk komoditas tertentu, seperti barang kebutuhan pokok dan bahan bangunan, yang memang cukup tinggi pada akhir tahun. Kami juga melihat adanya pergeseran pola distribusi yang mempengaruhi volume barang yang dimuat," kata Marinda.
"Ya ini juga salah satu dampak dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) sehingga kebutuhan sandang-pangan pun ikut meningkat," timpalnya. Di sisi lain, sektor angkutan laut luar negeri menunjukkan kinerja yang lebih baik. Jumlah barang yang dibongkar di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mencapai 4.642 ton, naik signifikan sebesar 169,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023, terjadi peningkatan 3,45 persen. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan luar negeri yang melibatkan pelabuhan-pelabuhan di Balikpapan.
Marinda mengungkap, November 2024, jumlah kunjungan kapal luar negeri tercatat sebanyak 71 unit, yang menunjukkan peningkatan sebesar 36,54 persen dibandingkan dengan November 2023. Meskipun ada penurunan 8,07 persen dalam GT kapal, sektor ini tetap menunjukkan potensi yang stabil dalam perdagangan internasional.
Namun, di sisi lain, jumlah barang yang dimuat untuk tujuan luar negeri mengalami penurunan drastis sebesar 92,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun jika dibandingkan dengan November 2023, ada kenaikan sebesar 36,36 persen.
Menanggapi hal ini, Marinda mengungkapkan bahwa penurunan ini kemungkinan terkait dengan penyesuaian rute dan jadwal kapal. “Kemungkinan ada faktor global maupun lainnya, sehingga berakibat terhadap volume muatan laut,” tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo