KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Emas terus menjadi pilihan masyarakat sebagai instrumen investasi andalan. Salah satu alasan utama mengapa banyak orang memilih emas adalah kestabilannya sebagai penyimpan nilai. Selain itu, emas dianggap lebih aman dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti saham atau properti yang dapat mengalami fluktuasi harga yang tajam.
Disampaikan Mohammad Adityo Kusumowardhono, selaku Sales & Marketing Senior Manager PT Antam Tbk, bahwa dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin sadar akan pentingnya berinvestasi emas. "Dulu, orang lebih memilih menyimpan uang di bank, namun kini mereka juga mulai berinvestasi emas," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa emas bisa dijadikan sebagai alat persiapan untuk keperluan-keperluan besar di masa depan, seperti membeli hewan kurban, biaya pendidikan anak, atau bahkan perjalanan haji. "Misalnya, harga kambing di Balikpapan tahun ini sekitar Rp 3 juta, namun tahun depan atau lima tahun lagi pasti akan naik. Hal yang sama berlaku untuk biaya kuliah anak atau perjalanan haji. Dengan berinvestasi emas, orang tua bisa mempersiapkan hal-hal tersebut jauh-jauh hari," urainya.
Dirinya pun menegaskan, bahwa edukasi tentang pentingnya investasi emas ini terus dilakukan oleh Antam kepada masyarakat. Adapun harga emas batangan bersertifikat Antam terpantau stabil pada angka Rp 1.587.000 per gram, berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs resmi Logam Mulia pada Minggu (19/1).
Sementara itu, akhir pekan kemarin pula, harga buyback untuk emas Antam 24 karat tercatat tetap di angka Rp 1.433.000 per gram. Perbedaan harga antara emas beli dan harga buyback menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh para investor. Selisih harga antara keduanya saat ini adalah sekitar Rp 154.000 per gram. Harga jual kembali yang lebih rendah ini adalah bagian dari biaya yang perlu dipertimbangkan oleh mereka yang berencana untuk menjual emasnya kembali di masa depan.
Harga emas Antam 24 karat sendiri mengalami kenaikan sebesar Rp 19.000 per gram dalam delapan hari terakhir, dari Rp 1.568.000 menjadi Rp 1.587.000 per gram. Kenaikan harga ini mencerminkan kecenderungan harga emas yang terus naik dalam jangka panjang, meskipun ada fluktuasi jangka pendek.
Adityo menambahkan bahwa meskipun harga buyback emas sedikit lebih rendah, namun dalam jangka panjang, harga emas diprediksi akan terus meningkat, memberikan keuntungan bagi para investor yang membeli dan menahan emas mereka.
"Investasi emas memang tidak hanya menguntungkan dari sisi nilai yang terus meningkat, tetapi juga memberikan kenyamanan karena emas adalah aset fisik yang mudah disimpan dan diperdagangkan," ujarnya.
Dengan tren investasi emas yang semakin populer, Antam pun terus berupaya untuk menyediakan produk emas yang berkualitas dengan harga yang kompetitif, sambil tetap memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara berinvestasi emas yang cerdas dan menguntungkan. "Mendekati Imlek ini kami pun menyediakan emas batangan khusus edisi Imlek mulai yang 8 gram hingga 88 gram," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo