Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sinyal Positif Geliat Ekonomi, Ekspor Kaltim Melambung pada Akhir 2024, Sektor Mineral Jadi Pendongkrak

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 11 Februari 2025 | 06:45 WIB
MENGGELIAT: Akhir 2024, nilai ekspor Kaltim melambung. Didorong lonjakan di sektor migas dan juga batu bara.
MENGGELIAT: Akhir 2024, nilai ekspor Kaltim melambung. Didorong lonjakan di sektor migas dan juga batu bara.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kabar baik datang terkait nilai ekspor Kaltim. Menutup 2024 dengan capaian lonjakan ekspor hingga 10,44 persen dibandingkan November 2024 yang tercatat USD 2,189 miliar menjadi USD 2,418 miliar. Peningkatan itu didorong oleh naiknya ekspor migas dan nonmigas masing-masing 20,44 persen dan 9,08 persen.

Ekspor migas tercatat USD 316,71 juta, naik signifikan dibandingkan November 2024 yang nilainya USD 262,95 juta. Kenaikan ini terutama disumbangkan oleh ekspor gas yang melonjak 36,22 persen, meskipun ekspor hasil minyak mengalami sedikit penurunan.

“Sementara itu, ekspor nonmigas juga menunjukkan kinerja positif dengan nilai USD 2,101 miliar, naik dibandingkan November 2024 yang sebesar USD 1,926 miliar. Peningkatan terbesar terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral yang naik 7,84 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.

Kinerja ekspor Kaltim yang positif tersebut menunjukkan bahwa perekonomian daerah mulai menggeliat. Merupakan sinyal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2025.

Jika dibandingkan Desember 2023, nilai ekspor Kaltim juga mengalami peningkatan 11,97 persen. Namun, secara kumulatif Januari-Desember 2024, nilai ekspor Kaltim masih turun 8,73 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.

“Berdasarkan golongan barang, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Desember 2024 terhadap November 2024 terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral yang naik sebesar USD 122,85 juta (7,84 persen). Sebaliknya, penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang bahan kimia organik sebesar USD 7,34 juta (68,79 persen),” lanjut Yusniar.

Selama Januari-Desember 2024, ekspor dari 10 golongan barang (HS 2 digit) memberikan kontribusi 99,14 persen terhadap total ekspor nonmigas. Golongan barang yang memberikan andil terbesar terhadap total ekspor adalah golongan barang bahan bakar mineral dengan kontribusi sebesar 81,51 persen.

Beberapa negara tujuan ekspor utama Kaltim antara lain Tiongkok, India, dan Filipina. Ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa juga mencatatkan peningkatan. “Total nilai ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan USD 1,952 miliar, yang mengalami peningkatan USD 130,78 juta (7,18 persen). Dipengaruhi oleh peningkatan nilai ekspor ke beberapa negara tujuan utama seperti Korea Selatan yang naik USD 41,55 juta (135,52 persen), Vietnam naik USD 29,08 juta (32,32 persen), dan Malaysia naik USD 25,37 juta (32,77 persen),” jelasnya.

Dari segi sektor, ekspor hasil tambang dan hasil industri mengalami peningkatan, yakni masing-masing 7,84 persen dan 73,21 persen. Sementara ekspor hasil pertanian mengalami penurunan 35,32 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, tambang dan industri menunjukkan kinerja positif.  Pada sepanjang 2024 yakni Januari-Desember, komoditas hasil tambang masih menjadi andalan ekspor Kaltim dengan kontribusi 73,21 persen. Sedangkan hasil industri di posisi kedua dengan andil 16,47 persen dan migas ketiga dengan peranan 10,17 persen.

Peningkatan ekspor diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Kaltim secara keseluruhan. Namun tantangan ekonomi masih belum pasti. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan pelaku usaha perlu terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi agar ekspor Kaltim dapat terus tumbuh dan berkelanjutan. (dwi)

Editor : Duito Susanto
#BPS KALTIM #Ekspor Kaltim #migas #batu bara