Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tren Positif Sektor Jasa Keuangan Berlanjut di 2025, OJK: Dipengaruhi Program Priotitas Pemerintah

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 14 Februari 2025 | 22:04 WIB
JADI FAKTOR: Program MBG, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan 3 juta hunian bagi MBR disebut menjadi faktor yang memengaruhi sektor jasa keuangan di 2025.
JADI FAKTOR: Program MBG, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan 3 juta hunian bagi MBR disebut menjadi faktor yang memengaruhi sektor jasa keuangan di 2025.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  mengarahkan Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan pembiayaan bagi program prioritas nasional.

---

SAMARINDA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan yang inklusif demi mendukung program prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kepala OJK Kaltim dan Kaltara Parjiman, menyatakan optimisme kinerja sektor jasa keuangan pada 2025 akan tetap positif.

"Kami optimistis kinerja sektor jasa keuangan di tahun 2025 akan berlanjut," kata pria yang karib disapa Jimmy itu.

OJK juga telah meluncurkan dua program penting, yaitu Indonesia Anti Scam Center (Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan) dan Sistem Informasi Pelaku di Sektor Keuangan (Sipelaku). Kedua program tersebut merupakan upaya OJK untuk melindungi masyarakat dan memperkuat integritas sektor jasa keuangan.

Jimmy juga menjelaskan empat kebijakan prioritas OJK di tahun 2025 untuk menjaga sektor jasa keuangan tetap tangguh dan mampu memberikan daya ungkit lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi.

"Optimalisasi kontribusi Sektor Jasa Keuangan (SJK), dalam mendukung pencapaian target program prioritas pemerintah. OJK mengarahkan Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan pembiayaan bagi program prioritas nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan 3 juta hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," terangnya.

Lalu pengembangan SJK yang inklusif dan berkelanjutan. Disebutkan jika OJK akan terus mengembangkan instrumen keuangan yang variatif, menyempurnakan infrastruktur perizinan dan pengawasan, serta meningkatkan peran industri keuangan syariah. OJK juga berkomitmen mendukung target emisi nol bersih Indonesia melalui inisiatif keuangan berkelanjutan.

"SJK yang kuat menjadi fondasi bagi tangguhnya perekonomian, sehingga menjadi prioritas kebijakan ketiga yaitu penguatan kapasitas SJK dan penguatan pengawasan," sebut Jimmy.

Pihaknya akan memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko, serta melakukan pengawasan yang lebih komprehensif dan cepat dengan memanfaatkan teknologi.

Terakhir, peningkatan efektivitas penegakan integritas dan perlindungan konsumen. Disebutkan jika pihaknya akan terus menyempurnakan ekosistem penegakan integritas, meningkatkan kolaborasi dengan aparat penegak hukum, serta memperkuat perlindungan konsumen dan investor melalui mekanisme pemasaran produk keuangan yang lebih transparan.

Dengan kebijakan-kebijakan tersebut, Jimmy berharap sektor jasa keuangan dapat terus tumbuh positif dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia. (rdh)

 

RADEN RORO MIRA

@rdnrrmr

Editor : Muhammad Ridhuan
#ojk #jasa keuangan #Mbg