KALTIMPOST.ID-Dedikasi dan keuletan mengantarkan Andi Nurwahyu Jaelani di posisinya saat ini.
Di usia yang baru menginjak 32 tahun, dia dipercaya untuk memimpin hotel. Baru sepekan merantau ke Kota Minyak, dia kini menjabat sebagai General Manager Whiz Prime Balikpapan.
Dia tiba di Balikpapan pada 26 Februari lalu, meninggalkan Makassar. Pria kelahiran Ujung Pandang, Februari 1993 itu meniti karier di dunia perhotelan setelah menempuh pendidikan di Politeknik Pariwisata Makassar pada 2010.
Selanjutnya, ia melanjutkan studinya di Universitas Tamalatea Makassar, dan memulai perjalanan karier profesionalnya yang kini telah memasuki tahun ke-12.
Meski begitu, perjalanan karier Andi tidak selalu mulus. Ia sempat merantau ke Qatar selama dua tahun untuk bekerja di sebuah restoran, namun akhirnya memilih kembali ke Tanah Air karena rindu suasana Indonesia.
“Saya merasa sangat nyaman dengan dunia perhotelan. Bertemu dengan banyak orang dan memberikan pelayanan terbaik adalah sesuatu yang saya nikmati. Memberikan kenyamanan kepada tamu bukan hanya tentang fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membuat mereka merasa seperti di rumah sendiri,” ungkap pria dengan panggilan Wahyu tersebut.
Selama belasan tahun berkarier, Wahyu telah mencapai banyak prestasi yang mengesankan. Salah satunya adalah penghargaan best reputation management yang dia terima saat bekerja di salah satu hotel ternama di Makassar.
Di sanalah Wahyu belajar bahwa selain kualitas bangunan dan fasilitas, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten juga sangat penting dalam menentukan kesuksesan sebuah hotel.
“Saya selalu percaya bahwa SDM hotel merupakan jiwa dari hotel itu sendiri. Tanpa SDM yang terlatih dan berkompeten, tidak mungkin hotel bisa berkembang dengan baik. Maka, salah satu fokus saya adalah selalu memberdayakan SDM lokal dan mendorong mereka untuk terus berkembang,” kata bapak dua anak itu.
Tidak hanya sukses dalam hal manajerial, ia juga menunjukkan sisi kreativitasnya dalam dunia digital.
Ia gemar membuat konten untuk media sosial hotel yang ia pimpin, seperti Instagram. Bahkan, untuk mendukung pembuatan konten, dirinya rela membeli drone dengan merogoh kocek pribadi.
“Membuat konten yang menarik tidak hanya membantu mempromosikan hotel, tetapi juga memperkenalkan potensi pariwisata daerah. Saya ingin hotel kami menjadi lebih dari sekadar tempat menginap, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menyenangkan,” jelasnya.
Meski mengaku belum terlalu mahir mengutak-atik media sosial, Wahyu tetap bersemangat dalam belajar banyak hal-hal baru.
Ia aktif menjadi admin dan langsung membalas pesan-pesan yang masuk di akun media sosial hotel, menunjukkan betapa dia peduli terhadap setiap tamu yang ingin mengetahui lebih banyak tentang hotel yang dipimpinnya.
Di balik kesuksesannya, Wahyu tetap menjadi sosok yang rendah hati dan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik, baik untuk hotel yang ia pimpin.
Ia berharap generasi muda yang ingin berkarier di dunia perhotelan dan pariwisata agar pantang mundur serta menunjukkan sisi terbaik dari dirinya.
Terus berusaha, mau belajar serta melahirkan ide maupun inovasi cemerlang agar mampu bertahan dan sukses di industri ini.
Ketika ditanya mengenai perasaannya bekerja di sini, ia menjawab, merasa terkesan bisa bergabung dengan Whiz Prime Balikpapan.
Balikpapan, yang dikenal sebagai Kota Minyak, juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata, terlebih dengan letak geografisnya yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dalam proses pembangunan.
“Saya sangat optimistis tentang perkembangan perhotelan di Balikpapan. Dengan adanya IKN, ini akan menjadi peluang besar bagi industri perhotelan di sini,” ujar Wahyu penuh semangat. (rd)
ULIL MU'AWANAH
Editor : Romdani.