KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim menggelar High Level Meeting (HLM) di Kantor Gubernur, Senin (10/3) untuk meredam inflasi di Kaltim selama Ramadan.
Gubernur Kaltim, Rudi Mas'ud, selaku Ketua TPID Kaltim memimpin langsung rapat yang dihadiri seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur Forkopimda, kepala daerah, hingga tokoh agama tersebut.
Mereka berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang karena bisa mendapatkan barang sesuai kemampuan.
Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto mengatakan, pentingnya penerapan strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
"Sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Forkopimda dan mitra strategis sangat diperlukan. Selain itu, peran aktif masyarakat dan perusahaan juga sangat penting, terutama dalam mendukung gerakan Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf (ZISWAF) yang tepat sasaran," bebernya.
Sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, TPID Kaltim meluncurkan program Ulama Peduli Inflasi 1446 H/2025 M. Program tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar berbelanja dan berjualan secara bijak selama Ramadan dan Idulfitri, melalui media dakwah kepada masyarakat.
"Kami juga berusaha mengajak masyarakat menerapkan prinsip belanja dan berjualan secara bijak, yaitu dengan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), menghindari praktik penimbunan barang, serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang pokok selama bulan Ramadan dan Idulfitri," lanjut Budi.
Dengan merencanakan belanja atau konsumsi sebaik-baiknya. Diimbau mengonsumsi barang yang halal dan thayyib (baik). Lalu tidak berbelanja berlebihan yang bukan menjadi kebutuhan utama. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo