Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Jajaki Peluang Ekspor ke Uni Emirat Arab, Ini Potensi yang Ditawarkan

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 19 Maret 2025 | 22:00 WIB
GALI POTENSI: Kepala ITPC Dubai Widi Haryono memberikan pemaparan terkait potensi komoditas yang bisa diekspor ke Uni Emirat Arab.
GALI POTENSI: Kepala ITPC Dubai Widi Haryono memberikan pemaparan terkait potensi komoditas yang bisa diekspor ke Uni Emirat Arab.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kaltim terus menggencarkan ekspor komoditas nonmigas dan nonbatubara. Berbagai informasi peluang ekspor diari. Salah satunya dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai. Jajaki peluang lebih tinggi, agar produk lokal Kaltim merambah pasar di sana.

Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Hera Nuraeni menyebut jika banyak komoditas perkebunan hingga perikanan yang berhasil ekspor dari Kaltim ke berbagai negara. "Kita ada lada, kakao, kemiri. Untuk perikanan ada udang black tiger. Apalagi bentang laut kita sekitar 3 juta hektare lebih. Potensinya ada," ungkap dia, Rabu (19/3).

Namun diakui Hera, kendalanya ada pada logistik. Di Indonesia, yang mengakomodasi masih di daerah Jawa. Meski begitu, pihaknya tetap terus mendorong untuk melahirkan berbagai eksportir. "Ini bagian dari usaha kami meningkatkan komoditi yang tidak bergantung kepada batubara dan migas," sebutnya.

Kepala ITPC Dubai Widi Haryono mengatakan jika Uni Emirat Arab (UEA) terletak strategis di jantung jalur perdagangan utara, selatan, timur, dan barat. Sehingga UEA menjadi penghubung penting bagi arus barang global. Pada 2023, nilai re-ekspor non migas UEA mencapai USD 166,98 miliar, setara dengan 35,87 persen dari total nilai impornya yang sebesar USD 470,53 miliar.

"UEA memiliki peran yang sangat penting dalam perdagangan global, terutama untuk re-ekspor non migas," bebernya. Komoditas utama yang diekspor kembali oleh UEA meliputi ponsel pintar, berlian, suku cadang otomotif, serta perhiasan dan batu permata. Negara-negara mitra dagang utama UEA antara lain Arab Saudi, Irak, India, Amerika Serikat, Qatar, Kuwait, Tiongkok, Turki, Iran, dan Hong Kong.

"Perdagangan bilateral Indonesia-UEA pada 2023 menunjukkan tren positif. Total perdagangan mencapai USD 5,05 triliun, dengan ekspor Indonesia sebesar USD 3,06 miliar (naik 15,57 persen) dan impor sebesar USD 1,99 miliar (turun 15,23 persen). Ekspor non migas Indonesia mendominasi dengan kontribusi 99,87 persen dari total nilai ekspor," jelasnya.

Surplus perdagangan Indonesia-UEA mencapai USD 1,067 miliar, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Sektor makanan dan minuman di UEA diproyeksikan tumbuh pesat. Pada 2029, nilai pasar sektor itu diperkirakan mencapai USD 43,98 miliar, dari USD 19,98 miliar pada 2024. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#produk lokal #komoditas #Ekspor Kaltim #kaltim #ekspor