KALTIMPOST.ID-Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan mencatatkan lonjakan jumlah pengunjung yang lebih positif selama momen Lebaran tahun ini.
Kenaikan yang tercatat mencapai 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun ini.
Itu menunjukkan adanya peningkatan minat yang luar biasa dari masyarakat untuk berkunjung ke pasar yang dikenal sebagai pusat oleh-oleh dan suvenir khas Balikpapan Barat tersebut.
Kepala UPTD Pasar Wilayah I Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Normaniah menjelaskan, meski terjadi penurunan pengunjung selama Ramadan, jumlah pengunjung meningkat pesat pada H+2 dan H+3 Lebaran.
“Tahun ini kami mencatatkan angka yang lebih baik dibandingkan tahun 2024. Kunjungan selama momen Lebaran meningkat sekitar 10 persen. Itu sangat menggembirakan, karena tidak hanya pengunjung dari Balikpapan, tetapi juga dari luar kota datang kemari,” ucap Normaniah, Senin (7/4)
Dia menambahkan, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Balikpapan, tetapi juga dari kota-kota lain di sekitar Kaltim, seperti Samarinda, Bontang, dan Penajam Paser Utara.
Banyak dari mereka yang datang untuk membeli oleh-oleh khas Balikpapan sebagai hadiah untuk sanak saudara atau teman.
“Sebagian besar pengunjung membeli barang-barang yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga atau teman. Banyak yang mencari tas, kerajinan tangan maupun batu cincin yang hanya bisa ditemukan di pasar ini,” tambahnya.
Kenaikan jumlah pengunjung juga dipengaruhi oleh rasa penasaran masyarakat terhadap perkembangan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sejak pembangunan IKN dimulai, Balikpapan semakin menjadi pusat perhatian, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi pengunjung dari luar daerah.
Normaniah tak memungkiri, keberadaan IKN memberikan daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana kota yang semakin berkembang dan berbelanja di pasar tradisional yang menawarkan berbagai suvenir khas.
“Keberadaan IKN memberikan dampak positif. Tidak hanya bagi perekonomian Balikpapan, tetapi juga bagi sektor pariwisata. Banyak orang yang datang dari luar daerah, bahkan dari luar Kalimantan, tertarik mengunjungi Balikpapan dan menikmati suasana pasar yang memiliki banyak ragam oleh-oleh khas. Itu tentu menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Normaniah.
Di pasar itu, ucap dia, pengunjung bisa menemukan berbagai produk lokal, mulai makanan khas seperti amplang, kerupuk ikan, hingga kerajinan tangan yang terbuat dari bahan-bahan lokal maupun kerajinan batu alam.
Produk-produk itu sangat dicari oleh pengunjung yang ingin membawa pulang sesuatu yang unik dan khas dari Balikpapan.
Peningkatan pengunjung selama momen Lebaran itu memberikan dampak positif bagi para pedagang. Walau, pada saat tersebut hanya beberapa pedagang saja yang buka dan lainnya masih menikmati suasana Lebaran.
Normaniah menegaskan, Pasar Inpres Kebun Sayur memiliki peran pentingnya sebagai pusat ekonomi lokal dan destinasi wisata belanja bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya.
Dengan adanya lonjakan jumlah pengunjung, baik dari Balikpapan maupun luar kota, pasar itu tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga sebagai simbol kekayaan budaya dan potensi ekonomi yang dimiliki Balikpapan.
Terlebih dengan adanya pengaruh pembangunan IKN yang semakin memberikan dampak positif.
“Kami harapkan pasar ini bisa terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi utama bagi para wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan,” pungkasnya. (rd)
ULIL MU'AWANAH
Editor : Romdani.