Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspor Balikpapan Tunjukan Tren Positif di Februari, Tapi Terkontraksi Secara Kumulatif

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 15 April 2025 | 20:32 WIB

 

Marinda Dama Prianto.
Marinda Dama Prianto.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Meski mencatatkan kenaikan nilai ekspor pada Februari 2025, kinerja ekspor Balikpapan secara kumulatif Januari–Februari 2025 masih mengalami kontraksi.

Sebagaimana Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama Prianto mengungkapkan, bahwa meskipun secara bulanan ada perbaikan yang cukup signifikan, secara keseluruhan selama dua bulan pertama tahun ini masih tertinggal dibandingkan awal tahun lalu.

“Secara kumulatif, ekspor Januari–Februari 2025 mengalami kontraksi 13,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” sebutnya.

Kontraksi ini menjadi perhatian di tengah harapan pemulihan sektor perdagangan luar negeri. Namun demikian, Marinda menilai bahwa pertumbuhan ekspor di bulan Februari memberikan sinyal positif yang dapat menjadi modal penting untuk mendorong pemulihan pada bulan-bulan berikutnya.

Pada Februari 2025, ekspor Balikpapan tercatat sebesar 542,21 juta dolar, naik 16,14 persen dibandingkan Januari 2025 yang berada di angka 466,88 juta dolar. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan ekspor nonmigas sebesar 30,26 persen, yang meningkat dari 358,02 juta dolar menjadi 466,37 juta dolar.

“Kenaikan ekspor nonmigas didominasi oleh sektor hasil industri yang meningkat sangat signifikan, yakni sebesar 75,47 persen dari 148,95 juta dolar menjadi 261,36 juta dolar,” jelas Marinda.

Jika dibandingkan dengan Februari 2024, ekspor Balikpapan juga mengalami peningkatan sebesar 3,58 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan ekspor nonmigas sebesar 5,67 persen, dengan sektor hasil industri sebagai kontributor utama, yang naik 25,79 persen secara tahunan.

Dilihat dari sisi negara tujuan, ekspor ke Tiongkok mencatatkan peningkatan terbesar secara bulanan, yakni sebesar 117,13 juta dolar atau 110,88 persen. Sementara itu, ekspor ke Singapura menurun 10 juta dolar atau 23,01 persen, dan ekspor ke Uni Emirat Arab bahkan anjlok hampir seluruhnya, sebesar 97,45 persen.

"Secara kumulatif dalam dua bulan pertama tahun ini, Tiongkok menjadi negara tujuan utama dengan kontribusi sebesar 32,54 persen atau senilai 328,39 juta dolar. Disusul oleh Malaysia 15,83 persen dan Filipina 15,27 persen," urainya.

Ia juga mengingatkan bahwa upaya diversifikasi pasar dan peningkatan daya saing produk ekspor lokal menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekspor di tengah dinamika perdagangan global.

Pun, Marinda menegaskan pentingnya menjaga momentum peningkatan yang mulai terlihat pada Februari. “Meskipun awal tahun ini masih menunjukkan kontraksi, tren positif di bulan Februari menunjukkan adanya peluang untuk rebound. Sektor industri nonmigas terbukti mampu menjadi penggerak utama,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bps #ekspor #balikpapan