KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja penyaluran kredit rumah tangga pada triwulan IV 2024 menunjukkan pertumbuhan positif, diiringi dengan risiko kredit yang relatif rendah. Indikasi bahwa geliat ekonomi dan kepercayaan masyarakat untuk mengambil pembiayaan.
Data dari Bank Indonesia Kaltim menunjukkan pertumbuhan kredit rumah tangga pada periode Oktober hingga Desember 2024 tercatat sebesar 14,32 persen secara year-on-year (yoy).
Meskipun angka itu sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencapai 15,13 persen (yoy), secara keseluruhan kinerja kredit rumah tangga di Kaltim tetap menunjukkan tren yang menggembirakan.
Lebih detail, pertumbuhan kredit properti justru menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Pada triwulan IV 2024, kredit properti tercatat tumbuh sebesar 10,21 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang hanya 8,95 persen (yoy),” beber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.
Mengindikasikan adanya peningkatan minat masyarakat untuk memiliki hunian. Yang menarik, sektor kredit kendaraan bermotor tampil sebagai bintang dengan pertumbuhan yang sangat tinggi, mencapai 30,37 persen (yoy).
Meskipun angka itu sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, namun antusiasme masyarakat Kaltim untuk memiliki kendaraan bermotor masih sangat besar. “Sementara itu, penyaluran kredit multiguna mengalami perlambatan pertumbuhan, dari 10,15 persen (yoy) menjadi 9,91 persen (yoy) pada triwulan IV 2024,” lanjut Budi.
Kabar baik lainnya, pertumbuhan penyaluran kredit rumah tangga yang positif itu diiringi oleh risiko kredit yang relatif terkendali. “Tingkat Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah pada sektor rumah tangga Kaltim pada triwulan IV 2024 tercatat sebesar 2,05 persen,” sambungnya.
Angkanya memang sedikit lebih tinggi dibandingkan tingkat NPL kredit Kaltim secara umum yang sebesar 1,08 persen. Namun, jika ditelisik lebih dalam, rendahnya NPL kredit rumah tangga ditopang oleh kualitas kredit kendaraan bermotor dan multiguna yang terjaga dengan baik.
Pertumbuhan kredit rumah tangga yang solid mencerminkan optimisme dan daya beli masyarakat Kaltim yang cukup baik di akhir tahun 2024. Tingginya pertumbuhan kredit kendaraan bermotor bisa jadi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga komoditas yang stabil dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ke depan, diharapkan perbankan di Kaltim dapat terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penyaluran kredit rumah tangga dengan pengelolaan risiko yang prudent, sehingga sektor ini dapat terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)
Editor : Ismet Rifani