Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ambisi Kaltim Kejar Hilirisasi Sawit: Belajar dari Kalsel, Kejar Kesejahteraan

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 23 April 2025 | 12:15 WIB
Wakil Gubernur Kaltim-Seno Aji
Wakil Gubernur Kaltim-Seno Aji

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kalimantan Timur (Kaltim) kini berada di atas angin dalam percaturan perdagangan kelapa sawit global.

Setelah era pemerintahan sebelumnya merasakan pahitnya dicekal, disuspensi, bahkan ditahan pasar Eropa, kini giliran Indonesia, khususnya Kaltim, yang balik badan.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. Dengan nada tegas, dia juga menyatakan bahwa kini punya kuasa penuh untuk menentukan ke mana akan menjual "emas hijau" andalannya.

"Dulu kita yang di-banned Eropa, disuspend, di-hold. Sekarang, giliran kita yang banned negara-negara Eropa. Kami sudah mulai berkuasa, suka-suka kita mau jualan sawit ke mana," ungkapnya saat hadir di momen halal bihalal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim.

Diungkapkannya, jika Bumi Etam memiliki potensi kelapa sawit yang sangat besar. Data perkebunan mencatat luas lahan lebih dari 1,7 juta hektare.

"Tapi baru sekitar 1,3 juta hektare, hampir 1,4 juta hektare yang sudah tertanam. Artinya, masih ada sekitar 300 ribu hektare lahan sawit yang belum termanfaatkan. Pertanyaan besar muncul, mengapa lahan seluas itu dibiarkan menganggur, apa sebenarnya kendala yang menghambat penanaman,” sambung Seno.

Dari sisi hilirisasi industri kelapa sawit, lanjut Seno, Kaltim juga tertinggal jauh dari provinsi tetangga, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Meski produksi kelapa sawit Kaltim melimpah, jumlah pabrik pengolahan turunan kelapa sawit masih sangat minim, masih terkonsentrasi di Bontang dan Balikpapan.

Kondisi tersebut kontras dengan provinsi tetangga, di mana perusahaan pengolahan minyak skala besar telah membangun pabrik pengolahan yang hasilnya justru dibawa ke Jawa.

Pemprov Kaltim memiliki ambisi besar untuk mengubah kondisi tersebut. Kehadiran industri turunan kelapa sawit di Kaltim menjadi prioritas.

Terlebih jika industri fatty acid methyl ester (FAME) sebagai bahan baku biodiesel dapat berkembang, diyakini harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit akan ikut terkerek naik.

"Dengan naiknya harga TBS, masyarakat akan semakin sejahtera," ujar Seno.

Editor : Dwi Restu A
#lahan sawit #pemprov kaltim #harga tbs #seno aji