Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga di Kaltim Lebih Mahal dari Nasional di 2024, Tapi Inflasi Tahunan Lebih Terkendali

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 28 April 2025 | 15:34 WIB
PENYUMBANG: Bawang merah dan putih jadi beberapa komoditas yang menyumbang inflasi pada April 2024. Di mana terjadi kenaikan inflasi tertinggi sepanjang 2024.
PENYUMBANG: Bawang merah dan putih jadi beberapa komoditas yang menyumbang inflasi pada April 2024. Di mana terjadi kenaikan inflasi tertinggi sepanjang 2024.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 di angka 106,93. Artinya, rata-rata harga eceran berbagai komoditas yang dikonsumsi rumah tangga di provinsi ini mengalami kenaikan sebesar 6,93 persen dibandingkan tahun dasar 2022.

Menariknya, angka IHK Kaltim itu sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan IHK nasional yang berada di level 106,80. Artinya, harga-harga di Kaltim lebih mahal dibanding rata-rata nasional.

Namun, ada angin segar dari sisi inflasi tahunan (year-on-year/yoy). Kaltim berhasil mencatatkan inflasi sebesar 1,47 persen, sedikit lebih rendah ketimbang inflasi nasional yang sebesar 1,57 persen.

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, perkembangan inflasi tahunan di Kaltim sepanjang 2024 sejalan dengan tren nasional. Inflasi terjadi secara konsisten setiap bulan, tidak ada deflasi. Menandakan harga berbagai komoditas secara umum memang mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Inflasi yoy di Kalimantan Timur sempat mencapai puncaknya pada Februari sebesar 3,28 persen, kemudian menurun secara bertahap hingga berada di angka 1,47 persen pada bulan Desember," beber Yusniar.

Senada dengan itu, inflasi nasional juga menunjukkan tren penurunan dari 2,57 persen di awal tahun menjadi 1,57 persen di penghujung tahun. Kondisi itu memberikan indikasi bahwa laju inflasi sepanjang tahun masih dalam koridor aman, sesuai dengan target pemerintah di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.

Lebih lanjut, BPS juga memaparkan dinamika inflasi bulanan (month-to-month/mtm) di Kaltim yang cukup fluktuatif sepanjang 2024. Tercatat delapan bulan mengalami inflasi dan empat bulan mengalami deflasi.

Pola itu juga mirip dengan tren yang terjadi secara nasional, mencerminkan pergerakan harga yang dinamis di tingkat konsumen.

"Inflasi mtm tertinggi terjadi pada April 2024, yakni sebesar 0,70 persen, jauh melampaui inflasi nasional yang tercatat 0,25 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan pada momen Idulfitri, terutama terhadap transportasi udara yang memberi andil inflasi sebesar 0,18 persen," lanjut dia.

Selain itu, harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, tomat, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, dan telur ayam ras juga ikut meroket, membuat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,35 persen.

Sebaliknya, Kaltim mencatatkan deflasi bulanan terdalam pada Juli 2024, yakni sebesar 0,38 persen. Angka itu lebih dalam dibandingkan deflasi nasional yang hanya 0,18 persen.

Melimpahnya pasokan bahan pangan akibat panen raya menjadi penyebab utama penurunan harga sejumlah komoditas. Tomat menjadi penyumbang deflasi terbesar (0,14 persen), disusul daging ayam ras (0,08 persen), dan bawang merah (0,05 persen). Selain pangan, tarif angkutan udara juga mengalami penurunan signifikan dengan andil deflasi sebesar 0,14 persen.

"Tekanan deflasi dari sektor transportasi ini turut dipengaruhi oleh meningkatnya penawaran angkutan udara melalui penambahan jadwal penerbangan dan rute baru dari bandara Kalimarau (Berau), APT Pranoto (Samarinda), dan SAMS Sepinggan (Balikpapan)," paparnya.

Secara keseluruhan, meskipun IHK Kaltim di 2024 sedikit lebih tinggi dari nasional, tingkat inflasi tahunan yang lebih rendah memberikan harapan stabilitas harga di tingkat konsumen. Fluktuasi inflasi bulanan yang dipengaruhi oleh momen-momen tertentu dan dinamika pasokan pangan menjadi catatan penting untuk menjaga stabilitas harga di masa mendatang. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bps #inflasi #IHK #katimang