KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah kabar kurang sedap soal penurunan total ekspor Kaltim, secercah harapan muncul dari sektor nonmigas. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim untuk Maret 2025, terjadi pergeseran menarik pada kinerja ekspor berdasarkan golongan barang.
Yang patut disorot adalah moncernya ekspor golongan barang lemak dan minyak hewani atau nabati. Sektor itu mencatatkan kenaikan nilai ekspor tertinggi dibandingkan bulan Februari 2025, meroket sebesar USD 25,42 juta atau setara dengan 10,48 persen. Kenaikan tersebut tentu menjadi angin segar di tengah lesunya sektor lain.
"Sebaliknya, penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang pupuk sebesar USD 50,61 juta (78,36 persen)," ungkap Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Selain lemak nabati, beberapa golongan barang nonmigas lainnya juga menunjukkan performa positif. "Berbagai produk kimia mencatatkan kenaikan nilai ekspor sebesar USD 11,03 juta (31,75 persen), dan golongan barang garam, belerang, batu, dan semen yang melonjak hingga USD 3,99 juta atau 107,26 persen," lanjutnya.
Kenaikan signifikan pada sektor tersebut bisa jadi indikasi adanya peningkatan permintaan atau harga di pasar global.
Namun, di sisi lain, beberapa komoditas nonmigas juga mengalami penurunan nilai ekspor yang cukup dalam. "Bahan kimia anorganik tercatat turun sebesar USD 19,97 juta (62,48 persen), dan bahan bakar mineral juga ikut terkoreksi, meskipun tidak terlalu signifikan, sebesar USD 2,99 juta (0,25 persen)," beber Yusniar.
"Secara kumulatif selama periode Januari-Maret 2025, BPS Kaltim mencatat bahwa 10 golongan barang utama (HS 2 digit) memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap total ekspor nonmigas, yakni mencapai 99,65 persen. Dari kesepuluh golongan barang tersebut, bahan bakar mineral masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 78,53 persen," sambungnya.
Dominasi bahan bakar mineral menunjukkan betapa pentingnya sektor tersebut bagi perekonomian Kaltim, meskipun pada Maret lalu mengalami sedikit penurunan.
Pergeseran kinerja antar golongan barang nonmigas memberikan gambaran yang lebih detail mengenai dinamika perdagangan Kaltim. Meskipun total ekspor mengalami penurunan, adanya sektor-sektor yang mampu mencatatkan pertumbuhan positif memberikan harapan dan potensi untuk diversifikasi ekspor di masa depan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo