Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Transaksi Nontunai Tumbuh Positif, BI Genjot lewat Fentura

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:15 WIB

 

SILATURAHMI: Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi (dua kiri) bersama jajarannya menjamu kunjungan manajemen Kaltim Post Group yang dipimpin Direktur Erwin Dede Nugroho, Jumat (16/5).
SILATURAHMI: Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi (dua kiri) bersama jajarannya menjamu kunjungan manajemen Kaltim Post Group yang dipimpin Direktur Erwin Dede Nugroho, Jumat (16/5).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Transformasi digital dalam sistem pembayaran terus menunjukkan tren positif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan mencatatkan pertumbuhan transaksi QRIS yang signifikan dalam empat bulan pertama 2025. Total transaksi mencapai 10,4 juta dan menjadikan Balikpapan sebagai penyumbang tertinggi.

Data tersebut terungkap dalam pertemuan antara manajemen Kaltim Post Group dan jajaran pimpinan KPw BI Balikpapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi, Jumat (16/5). Dalam pertemuan itu, Robi menegaskan komitmen BI mendorong masyarakat beralih ke sistem pembayaran nontunai.

QRIS bukan sekadar alat transaksi digital, tapi juga strategi nasional untuk mengurangi biaya pencetakan uang kartal dan mencegah peredaran uang palsu. Ini bagian dari efisiensi ekonomi. "Dari 10,4 juta transaksi yang tercatat antara Januari hingga April, artinya setiap akun (QRIS) tidak hanya digunakan sekali, tapi berulang kali untuk kebutuhan harian seperti makan, belanja, dan lainnya," ungkap Robi.

Target KPw BI Balikpapan tahun ini adalah mencapai 30,11 juta transaksi QRIS. Lebih lanjut dijelaskan pula, sebagai wilayah yang memiliki dua kantor perwakilan BI di Balikpapan dan Samarinda, peran KPw BI Balikpapan tak hanya sebagai clearing house, tetapi juga sebagai depot pengiriman uang kartal hingga ke wilayah Kalimantan Utara.

Selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2025, Robi menyebut, peredaran uang layak edar mencapai Rp 1,72 triliun atau 85 persen dari target Rp 1,99 triliun. Sementara itu, arus balik uang tunai setelah Idulfitri tercatat sebesar Rp 810 miliar hingga 30 April.

"Distribusi uang kartal tetap kami jaga, tapi kami juga mendorong pembayaran digital yang efisien dan lebih aman, bukan hanya di mal tapi diharapkan juga di pasar-pasar tradisonal," ujar Robi.

Untuk mempercepat akselerasi digitalisasi, BI Balikpapan meluncurkan kampanye Festival Non Tunai Nusantara (Fentura) Series. Kegiatan ini menjadi sarana edukatif sekaligus hiburan, untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

Dua kegiatan besar siap digelar tahun ini, yakni BPN Go x Fentura pada Juli mendatang, serta FENTURUN, ajang lomba lari yang dibagi menjadi tiga rute yakni 5K, 10K, dan 21K untuk semua kalangan, dari pelajar SD hingga pelari profesional. "Dengan pendekatan kreatif seperti Fentura, kami ingin masyarakat dari berbagai lapisan makin terbiasa dengan transaksi non tunai," tegas Robi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#transaksi #transformasi digital #BI BALIKPAPAN #nontunai #sistem pembayaran