BALIKPAPAN – Mobilitas masyarakat melalui jalur laut di Kota Balikpapan menunjukkan lonjakan signifikan pada Maret 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat peningkatan tajam baik dari sisi jumlah penumpang maupun aktivitas kapal di Pelabuhan Semayang.
Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut dalam negeri mencapai 66.943 orang, meningkat 451,70 persen dibandingkan Februari 2025. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka ini juga naik sebesar 176,48 persen.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Semayang mencapai 57.463 orang. Angka tersebut tumbuh 433,40 persen dibanding bulan sebelumnya, dan 125,19 persen dibanding Maret 2024.
Baca Juga: EPSON: Dampak IKN Belum Terasa, Tetap Optimis dengan Meluncurkan Printer L3211 dan L3251
Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dama, menilai lonjakan ini merupakan indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah. “Angka ini cukup mencolok dan memperlihatkan bagaimana jalur laut tetap menjadi pilihan utama masyarakat, terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan rutin maupun musiman,” ujar Marinda, Selasa (21/5).
Ia juga mengaitkan peningkatan ini dengan faktor lain, seperti aktivitas ekonomi, sektor pariwisata, serta meningkatnya konektivitas antarprovinsi yang turut mendorong arus penumpang.
Di sisi lain, aktivitas kapal dalam negeri juga mengalami pertumbuhan. Pada Maret 2025, tercatat 1.798 unit kapal berlabuh di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Angka ini naik 4,29 persen dibanding Februari, dan 82,35 persen dibandingkan Maret tahun lalu.
Baca Juga: Kapokmu Kapan? Makin Meresahkan, 1.123 Pinjol Ilegal Disikat OJK Kaltimtara
Volume kapal yang tercatat mencapai 5.076.252 gross tonnage (GT), meningkat 25,38 persen secara bulanan dan 8,05 persen secara tahunan. Adapun panjang total kapal (length overall/LOA) mencapai 115.652 meter, tumbuh 30,83 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Tren ini menunjukkan bahwa jalur laut Balikpapan semakin aktif dan memerlukan peningkatan pelayanan, baik untuk penumpang maupun armada kapal. Lalu lintas kapal ini juga memberi sinyal penting bagi perencanaan pelabuhan dan pengelolaan operasional yang lebih optimal,” tutup Marinda.
Editor : Muhammad Ridhuan