KALTIMPOST.ID-Meski didera efisiensi anggaran, setidaknya sektor perhotelan di Balikpapan kembali menunjukkan geliat positif.
Itu dicatatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan. Di mana tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2025 mencapai 53,79 persen.
Atau mengalami kenaikan 14,59 poin dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 39,20 persen.
Mengenai itu, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto berujar, bahwa tren kenaikan itu menjadi sinyal awal bahwa sektor akomodasi mulai membaik, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Kami melihat adanya pergerakan yang positif pada April, yang bisa menjadi momentum pemulihan bagi industri perhotelan. Namun tentu ini masih perlu terus dijaga, apalagi di tengah efisiensi anggaran yang masih berlanjut,” ungkapnya, Senin (2/6).
Yang menarik, dari seluruh klasifikasi hotel, hotel bintang tiga mencatat okupansi tertinggi dengan angka 62,01 persen.
Posisi itu mengungguli bahkan hotel bintang lima yang mencatat 58,78 persen. Sementara hotel bintang satu dan dua tercatat memiliki tingkat hunian terendah, yakni 38,47 persen.
Berkait itu, Marinda mengatakan, pilihan wisatawan terhadap hotel bintang tiga kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor keseimbangan antara harga dan fasilitas.
“Hotel bintang tiga banyak dipilih karena memberikan kenyamanan yang cukup, dengan harga yang masih terjangkau. Itu bisa menjadi insight bagi pelaku usaha hotel lainnya untuk memahami preferensi pasar saat ini,” sebutnya.
Meski rata-rata okupansi hotel bintang mulai naik, tidak semua segmen mengalami kenaikan signifikan. Hal ini menunjukkan pentingnya adaptasi dan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik tamu, baik domestik maupun mancanegara.
Dari sisi lama menginap, data BPS Balikpapan juga menunjukkan peningkatan. Rata-rata tamu menginap 1,57 hari pada April 2025, naik sedikit dari bulan sebelumnya yang tercatat 1,54 hari.
Kenaikan paling signifikan tercatat pada tamu asing, yang rata-rata tinggal selama 3,76 hari yakni sebagai angka tertinggi dalam satu tahun terakhir.
“Kami juga mencatat bahwa tamu mancanegara mulai menunjukkan tren positif. Itu bisa menjadi peluang bagi sektor pariwisata Balikpapan untuk memperluas promosi ke luar negeri,” imbuh Marinda.
Meski demikian, tamu domestik masih menjadi pasar utama. Rata-rata lama menginap tamu Nusantara sedikit menurun dibanding April tahun lalu. Namun masih berada pada kisaran stabil yaitu 1,57 hari.
Begitupun, sepanjang periode April 2024 hingga April 2025, TPK tertinggi tercatat pada Oktober 2024 sebesar 71,76 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada Maret 2025 sebesar 39,20 persen.
Marinda berharap tren positif itu bisa terus berlanjut seiring dengan upaya peningkatan daya tarik wisata, perbaikan layanan hotel, serta dukungan berbagai sektor terkait.
“Kita semua tentu ingin Balikpapan tak hanya menjadi kota jasa dan industri, tapi juga kota yang nyaman untuk dikunjungi. Dimana, peran hotel sangat penting di dalamnya,” tutupnya. (rd)
ULIL MU'AWANAH
Editor : Romdani.