KALTIMPOST.ID, BONTANG - PT Badak LNG mengambil langkah strategis dalam menghadapi tantangan energi masa depan dengan mempersiapkan reaktivasi Train F, salah satu kilang LNG andalan yang akan kembali dioperasikan.
Reaktivasi ini merupakan respons terhadap temuan cadangan gas baru di wilayah North Ganal oleh perusahaan energi global ENI. Plt Direktur dan COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho mengatakan kebangkitan Train F menjadi simbol keberlanjutan energi Indonesia di tengah kebutuhan global yang terus meningkat.
“Beroperasinya kembali Train F ini akan menjadi simbol keberlanjutan energi nasional,” kata Feri. Dengan memanfaatkan infrastruktur lama yang disesuaikan dengan tantangan zaman baru, reaktivasi ini membuktikan bahwa meskipun kilang LNG Badak telah memasuki dekade ke-5, ia masih memiliki potensi dan kemampuan yang sangat andal.
Feri menambahkan, jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, maka dalam waktu kurang dari tiga tahun, gas dari North Ganal akan mulai mengalir melalui jaringan pipa menuju kilang LNG di Bontang. “Dari Train F yang bangkit kembali, kami siap membuka babak baru dalam lanskap energi nasional. Target utama kami adalah mengoperasikan total 4 Train saat puncak produksi gas, insya Allah,” ucapnya.
Dukungan atas reaktivasi ini juga datang dari SKK Migas. Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul) Azhari Idris, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata sinergi antara sektor hulu dan hilir industri migas.
“SKK Migas sangat mendukung rencana aktivasi Train F. Bersama ENI, kita targetkan first drop gas ke PT Badak LNG bisa dilakukan akhir 2027. Ini adalah kolaborasi strategis antara hulu dan hilir migas Indonesia,” tutur Azhari.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini ada tujuh sumur eksplorasi aktif dengan potensi penemuan gas baru. “Kita baru mendapat discovery baru yang sangat menjanjikan. Potensinya bahkan bisa tiga kali lebih besar dari cadangan gas saat ini. Kalau LNG menyala, maka Bontang juga akan terus menyala,” terangnya.
Tak lupa, Azhari meminta doa dan dukungan masyarakat agar proses pengeboran dan pencarian sumur gas baru dapat berjalan lancar dan menghasilkan cadangan yang cukup untuk masa depan energi nasional.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut rencana reaktivasi Train F dan keberhasilan pengapalan LNG ke-10.000 sebagai tonggak sejarah yang membanggakan.
“Ini momen yang tidak bisa dilupakan. Dari Bontang, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terdongkrak hingga 8 persen. Saya berharap reaktivasi Train F bisa berjalan lancar,” sebutnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan agar eksplorasi gas dilakukan dengan bijak dan berkelanjutan. Sebab jika terlalu banyak train yang beroperasi nantinya pasokan akan cepat habis. Ujungnya terjadi pengangguran di Kota Bontang. “Tidak perlu terlalu masif, cukup berkesinambungan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo