Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Emas Antam Anjlok Rp 18.000 Per Gram 

Nugroho Pandu Cahyo • Rabu, 18 Juni 2025 | 15:48 WIB
ANJLOK: Harga penjualan kembali emas Antam atau buyback pada perdagangan kemarin turun Rp 18.000, berada di level Rp 1.794.000 per gram.
ANJLOK: Harga penjualan kembali emas Antam atau buyback pada perdagangan kemarin turun Rp 18.000, berada di level Rp 1.794.000 per gram.

KALTIMPOST.ID – Harga emas Antam anjlok sebesar Rp 18.000 menjadi Rp 1.950.000 per gram pada perdagangan Selasa (17/6). Harga emas Antam ini tercatat menurun setelah sempat naik Rp 9.000 menjadi Rp 1.968.000 per gram pada Senin (16/6).

Harga yang tercatat anjlok juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback sebesar Rp 18.000 yang berada di level Rp 1.794.000 per gram.

Di sisi lain, mengutip Reuters, harga emas dunia merosot lebih dari 1 persen karena para pedagang mengambil untung setelah harga mencapai titik tertinggi dalam delapan minggu, sementara pasar berfokus pada ketegangan Israel-Iran dan pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu ini.

Harga emas spot turun 1,2 persen menjadi USD 3.392,86 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup 1 persen lebih rendah menjadi USD 3.417,30.

Untuk diketahui, emas telah bergerak naik selama beberapa sesi terakhir, sebagian besar sebagai respons terhadap konflik antara Israel dan Iran. Namun kemarin, kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger terlihat lebih banyak kemunduran, kemungkinan karena aksi ambil untung setelah pergerakan naik tersebut.

Iran meminta Presiden AS Donald Trump untuk memaksa Israel menghentikan tembakan sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri perang udara yang telah berlangsung selama empat hari, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya berada di "jalan menuju kemenangan".

Emas batangan dipandang sebagai perlindungan selama masa ketidakstabilan geopolitik dan inflasi yang meningkat. Emas batangan juga diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah, karena tidak menawarkan pendapatan imbal hasil apa pun.

Sementara tu, emiten dari BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID diproyeksi akan terus mendapat apresiasi investor yang positif seiring kuatnya fondasi kinerja operasional dan keuangan. Sektor mineral dan batu bara juga memiliki tren penguatan kinerja yang baik seiring dengan tingginya kebutuhan terhadap produk-produk hilirisasi.

Adapun sederet emiten di bawah MIND ID antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kompak mencatatkan kinerja positif di tengah krisis geopolitik, eskalasi perang dagang dan fluktuasi harga komoditas.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, emiten-emiten di bawah holding pertambangan MIND ID cukup prospektif ke depan. Setidaknya tercermin dari kinerja saham emiten tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

"Saat ini sudah terjadi kenaikan harga saham baik TINS, INCO, ANTM maupun PTBA yang sudah ter-price-in dari berbagai dinamika sentimen positif yang terjadi sebelumnya. Termasuk adanya prospek emiten di bawah MIND ID ke depan," katanya, Senin (16/6).

Menurutnya, emiten-emiten Grup MIND ID cukup fokus dalam meningkatkan sinergi guna menjalankan strategi bisnis yang diharapkan oleh pemerintah agar dapat lebih efektif. Selain itu, Grup MIND ID termasuk empat emiten di bawahnya terus mendorong upaya hilirisasi komoditas pertambangan yang didorong oleh pemerintah. Hal tersebut berdampak pada penciptaan nilai tambah yang berujung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Itu tujuannya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan keekonomian bangsa. Apalagi emiten BUMN sudah membagikan dividen bernilai jumbo," tuturnya. Perusahaan di bawah holding memang sudah mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2024. ANTM menebar dividen sebesar Rp 3,6 triliun atau Rp 151,77 per saham. Nilai tersebut 100 persen dari capaian laba.

PTBA juga telah memutuskan menebar dividen Rp 3,82 triliun atau Rp 332,26 per saham. Nilai dividen PTBA mencapai 75 persen dari laba. Kemudian, TINS menebar dividen Rp 474,65 miliar atau Rp 63,73 per saham, sekitar 40 persen dari laba tahun buku 2024. Begitu pun, terakhir, INCO bakal tebar dividen final sebesar USD 34,65 juta atau setara USD 0,00329 per saham.

Dividen tersebut, kata dia, turut disalurkan ke Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai upaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Secara keseluruhan, MIND ID membukukan laba bersih Rp 40,2 triliun dalam laporan keuangan tahun buku 2024 yang telah diaudit. Laba itu meningkat 46 persen dibandingkan 2023.

Sementara itu, Director PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada menilai bahwa prospek saham-saham yang berada di bawah MIND ID akan tergantung pada arah kebijakan holding dalam mengembangkan dan mengutilisasi perusahaan di bawah naungannya.

Dia menilai, kinerja perusahaan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan pendapatan maupun laba, namun juga upaya melakukan operasional secara efisien dan efektif sehingga dicapai hasil yang optimal serta memberikan kontribusi positif bagi MIND ID.

"Tentunya perkembangan dinamika pasar ke depannya dan pengelolaan operasional ke yang lebih baik ke depannya dapat memberikan kinerja yang jauh lebih positif," tuturnya. Dia menyebut koordinasi dengan sejumlah pihak agar kegiatan operasional dapat dilakukan MIND ID sehingga improvement kinerja dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#harga emas #antam #perdagangan #anjlok