Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Semua Daerah di Kaltim Alami Kenaikan Wisatawan, Cuma Mahakam Ulu yang Turun! Kenapa?

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 22 Juni 2025 | 20:52 WIB
AKSES: Transportasi utama menuju kabupaten termuda di Kaltim ini masih mengandalkan jalur sungai. Faktor cuaca penyebab menurunnya tingkat perjalanan ke Mahakam Ulu.
AKSES: Transportasi utama menuju kabupaten termuda di Kaltim ini masih mengandalkan jalur sungai. Faktor cuaca penyebab menurunnya tingkat perjalanan ke Mahakam Ulu.

KALTIMPOST.ID, SAMARINSA - Tren kunjungan wisatawan di Kalimantan Timur (Kaltim) sedang mengalami momentum pertumbuhan. Hampir seluruh daerah mencatatkan peningkatan perjalanan pada April 2025, tertinggi yakni Paser, lalu Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU) bahkan Kutai Barat.

Namun, di tengah geliat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat jika Mahakam Ulu justru kontraksi paling tajam, minus 36,07 persen. Penurunan tersebut cukup mencolok, mengingat sembilan kabupaten/kota lainnya di Kaltim justru menunjukkan grafik naik. Lantas, apa yang membuat Mahakam Ulu tertinggal?

“Salah satunya faktor cuaca ekstrem. Beberapa bulan lalu intensitas hujan cukup tinggi. Itu cukup memengaruhi akses. Seperti kita tahu, akses utama menuju Mahakam Ulu adalah lewat sungai,” jelas Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Ririn Sari Dewi.

Selain cuaca, diduga juga ada beberapa kegiatan pariwisata dan festival yang batal atau tertunda di Mahakam Ulu. “Kami masih telusuri datanya, tapi ada indikasi beberapa event kampung tidak berjalan karena mungkin juga faktor cuaca itu,” ujarnya lagi.

Tak kalah menarik adalah dinamika yang terjadi antara daerah wisata unggulan, seperti Berau. Selama ini, kabupaten tersebut dikenal sebagai primadona destinasi bahari Kaltim.

“Sekarang tiket ke Berau masih mahal. Itu sangat berpengaruh ke pasar. Apalagi umumnya ke Berau itu karena ada agenda misal kegiatan instansi, atau swasta. Acara-acara itu mulai berkurang karena efisiensi. Imbasnya, jumlah pengunjung juga menurun," lanjut Ririn.

Lonjakan peningkatan kunjungan di berbagai daerah, disebutkan Ririn selain dukungan dari pemerintah daerah, pembinaan ke pelaku wisata, juga peran aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan destinasi.

“Masyarakat sudah sadar, wisata itu peluang. Kalau dulu hanya jualan seadanya, sekarang sudah ada inovasi. Edukasi itu mulai berhasil,” tambahnya. Banyak warga yang kini aktif mengelola homestay, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Menurutnya, tren tersebut menunjukkan hal positif. Masing-masing kabupaten/kota mulai berlomba menghadirkan destinasi menarik. “Biasa andalan orang libur itu ke pantai. Sekarang orang bisa pilih. Wisatawan juga sudah eksploratif, suka coba tempat baru,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dispar Kaltim Restiawan Baihaqi.

Bahkan daerah yang sebelumnya hanya dilintasi, seperti Penajam Paser Utara (PPU), kini mulai dilirik. Terlebih dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), banyak yang mampir ke PPU sebagai alternatif wisata.

“Wisatawan pribadi biasanya berpikir, daripada langsung balik, kenapa nggak mampir ke PPU?’ Meski harus keluar ongkos ferry, mereka tetap lanjut. Ini tren baru,” jelasnya.

Tidak bisa dipungkiri, masifnya promosi di media sosial juga mendongkrak minat wisatawan. Pihaknya bahkan aktif memantau dan mendukung akun-akun promosi destinasi wisata daerah.

“Sekarang siapa yang enggak punya HP? Begitu satu orang unggah foto bagus di Instagram atau WhatsApp Story, langsung ditanya orang, viral. Promosi digital itu sangat kuat pengaruhnya,” tegasnya.

Meski secara umum tren positif, Dispar Kaltim mengingatkan agar euforia ini tidak membuat daerah lengah. Fasilitas dan pelayanan tetap harus ditingkatkan. Koordinasi antarlembaga dan pembinaan SDM juga harus konsisten.

“Ke depan, kalau sudah ada akses darat yang mulus ke Mahakam Ulu, akan terbuka lagi peluang besar. Tapi sekarang, semua harus kerja keras,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kunjungan wisatawan #kaltim #Mahakam Ulu #pariwisata