KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Sektor pertambangan masih sebagai magnet utama bagi investor asing di Kalimantan Timur (Kaltim).
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim mencatat, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I 2025 didominasi subsektor pertambangan yang menyerap USD113,45 juta atau sekitar Rp 1,81 triliun.
"Nilai itu setara 25,17 persen dari total realisasi investasi asing di Kaltim sebesar USD450,82 juta (Rp 6,67 triliun)," ujar Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana.
"Sebanyak 7.459 tenaga kerja Indonesia terserap dari sektor ini, atau sekitar 73,55 persen dari total penyerapan tenaga kerja Indonesia yang mencapai 10.141 orang sepanjang Triwulan I 2025," beber Fahmi.
Subsektor pertambangan berada di posisi kedua dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.260 orang atau 12,42 persen. "Sementara subsektor industri makanan menyumbang lapangan kerja bagi 288 orang (2,84 persen)," sambungnya.
Secara keseluruhan, terdapat 19 subsektor usaha yang menerima investasi asing di Kaltim pada awal 2025. Selain sektor primer seperti pertanian dan pertambangan, sektor sekunder dan tersier juga menunjukkan geliat, meski nilai dan skala proyeknya lebih kecil.
Contohnya subsektor industri kertas dan percetakan mendapat suntikan investasi senilai USD65,15 juta, sedangkan sektor logam dasar menerima USD37,4 juta. Di sektor jasa, investasi di transportasi, gudang, dan komunikasi tercatat sebesar USD21,36 juta, menyerap 69 tenaga kerja lokal.