KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Pandemi sempat memukul mundur banyak usaha kecil. Namun bagi Maya Sari Sasmita, perempuan kelahiran 1987 asal Samarinda, keterpurukan justru menjadi titik balik. Setelah sempat vakum, dia kembali membangkitkan brand kuliner Dapur Mak Maya, dan kini bahkan menatap peluang ekspor.
Maya memulai usahanya sejak 2019 dengan mendirikan CV Maya Sari Jaya Mandiri. Saat itu dia sudah menjual aneka olahan makanan rumahan seperti roti canai hingga rendang, bahkan membuka tenant di Food Court BIGmall Samarinda. Namun, pandemi Covid-19 memaksa usahanya tutup hanya tiga bulan setelah dibuka.
Baca Juga: Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor! Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang
“Waktu itu baru buka 3 bulan, eh langsung disuruh tutup karena pandemi. Ya, akhirnya putar otak, balik jualan online. Mulai coba di e-commerce, di Shopee,” kenangnya.
Selama masa sulit itu, Maya tak menyerah. Dia tetap menjual produk kering seperti rumput laut, terasi bubuk sangrai, dan camilan khas lewat platform daring. Namun, jiwa dagangnya merasa belum lengkap jika hanya berjualan secara online.
Pada 2023, Maya kembali menyalakan semangat usahanya. Dia mulai memproduksi makanan frozen siap saji, seperti rendang vakum dan kacang disco, serta menitipkan produk ke berbagai swalayan lokal, seperti Joy Mart, Planet Swalayan, dan Mega Swalayan.
Baca Juga: Canton’s Signature Menu dari Hotel Platinum Balikpapan, Perpaduan Tradisi Kanton dan Sentuhan Modern
“Saya sempat berhenti, tapi rasanya enggak happy. Ternyata jiwa saya memang di jualan. Senang rasanya punya usaha sendiri, bisa berinteraksi langsung sama pembeli, kirim barang, dan produksi juga,” ungkap Maya.
Kini Maya tidak sendiri. Dia dibantu oleh ibunya dan satu orang lainnya untuk produksi, membuktikan bahwa UMKM perempuan juga bisa membuka peluang kerja bagi keluarga. “Saya percaya, pelan-pelan pasti bisa,” tegasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi