KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Setelah lebih dari dua dekade menjadi pusat perbelanjaan ikonik di Kota Tepian, Samarinda Central Plaza (SCP) kini bersiap menyambut babak baru. Mall yang berdiri sejak 2001 itu akan menjalani proses rejuvenation atau peremajaan besar-besaran mulai pekan depan.
Proyek tersebut, dikatakan Marketing Supervisor SCP Yolanda Widyanti Susilo, dirancang untuk menjawab tantangan industri ritel masa kini, dengan wajah mall yang lebih modern, nyaman, dan ramah lingkungan.
"Kami percaya bahwa ini adalah momen penting dalam perjalanan Mall Samarinda Central Plaza (SCP). Fase rejuvenation ini bukan hanya soal pembaruan fisik, tetapi juga pembaruan visi dan nilai yang kami tawarkan kepada pengunjung dan tenant,” ujar perempuan yang karib disapa Lola itu saat bertandang ke Kantor Kaltim Post Samarinda, Rabu (16/7).
Dengan mengusung konsep desain modern yang tetap mengedepankan sentuhan lokal dan budaya urban, SCP akan tampil lebih segar. Lola menyebut, suasana mall akan dibuat lebih hidup dan inspiratif, ditambah teknologi ramah lingkungan di berbagai sudut area.
Tenant-tenant strategis turut mendukung pembaruan tersebut dengan merombak tampilan toko mereka agar sejalan dengan desain baru mall. Tak hanya itu, selama masa pembangunan yang ditargetkan berlangsung 14 bulan, operasional mall tetap berjalan.
Sejumlah program promosi, pameran desain, dan kegiatan interaktif akan digelar untuk menjaga kedekatan dengan masyarakat.
"Transformasi ini juga didukung oleh partisipasi tenant-tenant strategis yang ikut berkontribusi dalam proses renovasi toko mereka, sejalan dengan arahan besar desain revitalisasi,” tambahnya.
Lebih dari sekadar tempat belanja, Lola mengatakan SCP ingin tumbuh menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga kota. Sebuah tempat untuk berkumpul, berkreasi, dan membangun koneksi emosional dengan komunitas.
“Kami tidak hanya membangun ulang sebuah tempat, tapi juga memperkuat koneksi emosional antara mall dan para pengunjungnya. Kami mengundang seluruh tenant dan masyarakat untuk menjadi bagian dari transformasi ini,” tutupnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki