KALTIMPOST.ID-BIG Mall Samarinda bangkit dan evaluasi besar-besaran setelah insiden kebakaran kedua pada 17 Juli lalu.
Kini manajemen BIG Mall Samarinda memulai langkah pemulihan dengan membuka kembali operasional mal secara bertahap pada Minggu (20/7). Mereka menghadirkan festival makanan dan jajanan Thailand yang diharapkan jadi magnet baru.
Pemulihan itu ditandai dengan apel bersama seluruh manajemen BIG Mall, tim FUGO Hotel, rekan outsourcing, dan karyawan tenant di halaman depan lantai lower ground (LG). Momen tersebut menjadi simbol kebangkitan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tepian.
General Manager BIG Mall Samarinda Tumpal MP Silalahi menyebut apel itu sebagai bentuk soliditas dan semangat bersama untuk bangkit dari situasi sulit.
“Musibah ini adalah momentum refleksi total. Kami menyadari bahwa BIG Mall bukan hanya sekadar pusat perbelanjaan, tapi juga ikon Samarinda,” kata Tumpal dalam sambutannya.
Menurutnya, banyak orang menggantungkan hidupnya di mal tersebut. Sementara pihaknya mesti memastikan semua kembali pulih bukan hanya secara fisik, tapi juga secara sosial dan emosional.
“Apel seperti ini akan dilakukan secara berkala untuk membangun solidaritas,” terangnya.
Menurutnya, pembukaan kembali dilakukan secara bertahap dimulai dari lantai LG dan ground floor (GF).
Dengan memastikan seluruh sistem keamanan dan fasilitas keselamatan telah kembali berfungsi optimal.
Langkah itu diambil setelah melalui proses pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pemadam dan hydrant di area terdampak.
“Keselamatan tetap jadi prioritas. Dua hari terakhir, seluruh sistem keamanan sudah kami cek kembali. Kami tidak main-main dalam soal ini,” tegas Tumpal.
Diketahui, kebakaran kedua yang terjadi pada 17 Juli dini hari disebut jauh lebih terkendali dibandingkan insiden pertama pada 3 Juni lalu.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam dan hanya berdampak pada satu tenant.
Tumpal mengungkapkan manajemen telah mengevaluasi sistem secara menyeluruh sejak kejadian pertama.
Termasuk mempersiapkan renovasi besar dengan pendekatan keamanan berbasis material dan desain ulang tata ruang.
Meski hasil investigasi dari laboratorium forensik untuk kebakaran pertama belum dirilis, BIG Mall telah lebih dulu memperketat prosedur standar keamanan.
“Kami sadar tanggung jawab ini besar, karena menyangkut banyak hal, termasuk kepercayaan publik,” ujarnya.
Tantangan ekonomi juga menjadi bagian dari beban yang harus dihadapi. Ribuan karyawan tenant, pekerja outsourcing, serta mitra bisnis di sekitarnya terdampak cukup signifikan.
Namun, menurut Tumpal, gelombang solidaritas yang muncul dari para tenant dan pekerja menjadi bahan bakar utama untuk bangkit.
“Itu bukan semata soal kerugian. Itu tentang bagaimana kita menjaga aset kota ini bersama-sama. Semua punya peran, dari manajemen hingga cleaning service. Satu kelalaian bisa berdampak besar. Dari sinilah kita belajar,” terangnya.
Sebagai bagian dari strategi pemulihan, BIG Mall juga mulai menggulirkan agenda event untuk menarik kembali pengunjung.
Salah satunya adalah festival kuliner Taste of Thai, festival makanan yang menyuguhkan banyak jajanan street food ala Thailand dan jajanan viral lainnya di area food court BIG Mall Samarinda.
Acara itu berlangsung pada 20 - 29 Juli. Sosial event itu bekerja sama dengan pihak event organizer.
“Keramaian akan kembali, kepercayaan juga pelan-pelan pulih. Kami ingin menjadikan BIG Mall bukan hanya pulih, tapi bangkit lebih kuat dan lebih aman,” pungkasnya. (rd)
NASYA RAHAYA
Editor : Romdani.