Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pembiayaan Syariah Kaltim Kian Dilirik Masyarakat, Kutim Catat Pertumbuhan Tertinggi, Angkanya Tembus sampai Segini

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 22 Juli 2025 | 11:31 WIB
MENINGKAT: Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan syariah makin meningkat. Kutai Timur catatkan pertumbuhan tertinggi.
MENINGKAT: Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan syariah makin meningkat. Kutai Timur catatkan pertumbuhan tertinggi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Tren positif terus berlanjut di sektor keuangan syariah Kalimantan Timur (Kaltim).

Pada triwulan I 2025, pembiayaan syariah mencatatkan pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) 23,42 persen menjadi Rp15,54 triliun.

Pertumbuhan ditopang lonjakan signifikan di beberapa kabupaten/kota, khususnya Kutai Timur yang mencatat pertumbuhan tertinggi 86,61 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menyebut, perkembangan positif itu menandakan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan berbasis syariah.

“Secara spasial, penyaluran pembiayaan syariah Kaltim tumbuh positif didorong pertumbuhan pada beberapa kabupaten/kota,” ujarnya.

Jika dilihat secara spasial, tiga daerah menjadi motor penggerak pertumbuhan pembiayaan syariah di Kaltim, yakni Samarinda dengan pembiayaan mencapai Rp 3,09 triliun (tumbuh 20,43 persen), Bontang dengan nominal Rp 347,23 miliar (tumbuh 22,25 persen), dan Paser senilai Rp174,73 miliar (tumbuh 30,04 persen).

Sementara itu, Berau, Kutai Barat, dan Penajam Paser Utara (PPU) mengalami kontraksi dalam penyaluran pembiayaan syariah. Terbesar terjadi di Berau yang turun hingga -24,52 persen.

Meski ada penurunan di beberapa wilayah, kondisi risiko secara keseluruhan masih terjaga. “Kinerja positif pembiayaan syariah spasial juga diiringi dengan tingkat NPF yang relatif rendah,” jelas Budi.

Tingkat risiko non-performing financing (NPF) terendah tercatat di Berau, hanya 0,04 persen, menandakan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Bahkan, seluruh kabupaten/kota masih berada di bawah batas aman NPF sebesar 5 persen.

Dari sisi sebaran, Balikpapan dan Kutai Timur menjadi dua wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap total pembiayaan syariah di Kaltim.

Balikpapan menyumbang 29,15 persen atau atau sekitar Rp 4,53 triliun, disusul Kutai Timur dengan 27,94 persen atau Rp 4,34 triliun, melampaui pangsa Samarinda.

“Itu menunjukkan bahwa minat atas pembiayaan syariah mulai merata pada wilayah lainnya selain dua kota besar di Kaltim,” imbuh Budi.

Dengan potensi pertumbuhan yang merata dan risiko yang terkendali, sektor pembiayaan syariah di Bumi Etam diprediksi akan terus menunjukkan performa menjanjikan pada kuartal-kuartal mendatang. (*)

Editor : Dwi Restu A
#masyarakat #syariah #kaltim #keuangan #kutim